Posts Tagged ‘cinta’

Apa Cinta Sebenarnya?

Sebuah penelusuran dan pemikiran tentang apa cinta itu sebenarnya, sebuah bagian kalau Anda ingin mengetahui tentang pemikiran lainnya dari tulisanku yang dahulu disini, tentang cinta, matematika dan esensinya

Baca lanjutannya …

Deluze …

Deluze … system affairs
enggak tahu juga apa artinya
muncul seakan datang dari alam mimpi yang kemudian membuatmu tak sadar sesaat
seperti tersengat listrik rasanya, walau voltnya kecil tapi asyik

Kemarin malam udah tidur ?
atau kamu cuman mau ngetest aku yang lagi diam tak bisa tidur
untuk ngelihat sejauh mana aku mau ngeluze
seorang Deluze seperti kamu ….

Oi … Tuhan …. selamatkan aku …
aku bukan anak yang tak tahu, arti dari sebuah eluzan seorang Deluze
aku hanya tak tahu kalau itu dilarang

Deluze … hari ini kamu janji datang ke tempat ku
kau kan bermalam dan bermimpi bersama di tempat tidurku
saling mengeluze dan saling mencari tahu
seberapa dalam pikiran untuk bersatu

Deluze …. aku akan menunggumu dengan tak sabar
malam ini ….

* – impian tak wajar seorang pemimpi, disaat mentari menghilang diufuk senja -*
*aku pulang – dan bersiap untuk bermimpi*

Cita-Citaku Setinggi Ranjang

Irku ..

Aku tertegun, tak tahan aku
Kaki ku sakit, tak diam aku
Bibirku ngilu, tak ingin aku
Hatiku kelu, tak tahu aku

Ah, dinda purnama tertutup abu
Kapan kah rasa kan tersampaikan?
Apakah saat menunggu kalbu ini menghilang
Atau kupaksa tuk mengatakan lalu ku pergi …

Disini dinda aku memulai, tak tentu arah, tak jua jadi
Apakah diri blum dewasa?
tak cukup muda tuk temanimu,
sehari semalam di piraduan …

Have You Ever Really Loved A Woman?

Lagu ini begitu ‘cool‘, sangat memberikan inspirasi dan menggugah hati. Walau agak mellow, tapi boleh lah. Lagunya sendiri dinyanyikan oleh Bryan Adams, dari albumnya The Best Of Me. Judulnya, wow Have You Ever Really Loved a Womanlagu lama menang.

Baca Lanjutannya “cewe juga bisa jadiin ini referensi …”

Cinta, Matematika dan esensinya?

Kalau manusia mengenal cinta, maka manusia pun mengenal derita.
Kalau saja manusia tidak mengenal derita, maka manusia tidak mengenal cinta.
Karena pertanyaannya adalah bagaimana manusia bisa memahami akan rasa sakit, bila dia tidak pernah merasakan sakit? bagaimana dia akan merasakan cinta, bila dia sendiri tidak tahu apa itu cinta.

Lalu pertanyaannya akan berlanjut kepada sebuah pencarian tentang definisi dari cinta itu sendiri. Apa itu cinta? Bagaimana cinta itu masuk dan mempengaruhi hidup dari si pencari cinta? atau bagaimana cinta itu mempengaruhi dunianya? Lalu …

Baca Lanjutannya …

Hilang …

Bayangmu semburat
Memantul dari balik kabut
di seberang sungat besar …
dan angin yang coba tiup kabut itupun,
kucoba halangi dengan tangan
dengan siulan
dengan hardikan
Tapi tak bisa !

Karna bayang itu
yang kukira bayangmu
ternyata tak lebih daripada siluet pepohonan
di seberang sungai
didepan bulan
ditepian sungai besar

Sesaat kemudian bayangmu pun akhirnya,
sirna …
hilang tak berbekas
hingga ku hanya sanggup ucapkan
sampai jumpa dipintu surga ….

Dari blogku yang dulu …

BIRAHIKU !!

Kubuka pelindungmu, kuhentakkan cintaku, kuguncang duniamu, kubuka rongga hidupmu hingga kau meringis, tertawa dan menangis. Kau cakar pundakku tanpa perasaan, kau tatap mataku sembari kau gigit bibirmu, dan tanpa dosa kau hardik aku sembari kau ucapkan cintamu.

Ah wanitaku, demikian dalam perasaan yang kurasakan, sedalam relung hatiku yang terbuka dan telah membuatmu meringis. Tidak juga saat itu disaat aku dan kau terus berucap, meracau tak tentu arti, saat bagianmu yang tadi bak tempat singgasana suci tak tersentuh, kini telah kucemarkan.

Pergi, pergi perasaan tak terhingga ini, hinggap jauh didalam hatiku yang kini telah kututupi dengan lumpur hitam pekat tiada warna. Ah kasihku, matikah perasaan ini ? atau memang dunia telah mencemarkan cinta antara kau dan aku, atau memang jalan ini yang harus kulakukan demi cintamu ? atau engkau yang telah berkorban demi egoku.

Dan saat ini, diantara debu kota dan kabut yang kian menebal dijantung dunia aku menangis, dan kau yang diam tak berdaya hanya terisak diantara tebalnya lumpur jahanam. Mungkinkah ini yang dinamakan cinta ? atau ini yang dinamakan dosa, karena apa yang kurasa … telah hilang pergi dan tak kembali.

Duhai wanitaku maafkanlah aku, karena egoku kau kunistakan kedalam jurang terdalam, kedalam pekatnya malam, kedalam kejamnya dunia para penista, kedalam cengkeraman setan yang kini telah aku tinggalkan.

YFKTN XX September 2006