Archive for the ‘opini’ Category

Sharing Hubungan Jarak Jauh

Baiklah, sekarang Anda memutuskan untuk melaksanakan hubungan percintaan jarak jauh dengan pacar Anda jauh di seberang sana, entah itu di seberang lautan, seberang pulau, seberang sungai, atau seperti saya yang hanya kota di seberang. Lalu Anda juga berpikir untuk mencari tahu bagaimana caranya Anda mendapatkan kekuatan untuk melaksanakan hubugan tersebut? Ah, saya memang masih amatiran kalau mengatakan saya sudah berhasil dalam Hubungan Cinta Jarak Jauh yang saya lakukan saat ini; tapi sharing berbagai hal yang saya pikirkan dan telah saya dan pasangan lakukan mungkin bisa memberikan sedikit pemikiran bagi Anda untuk melangkah lebih jauh.

Tapi ini bukan tentang tips untuk mempertahankan hubungan jarak jauh yang bisa Anda lakukan, ini adalah sharing pengalaman yang telah saya dapat, sehingga Anda bisa memutuskan tentang langkah lebih lanjut; apakah permintaan si dia untuk berhubungan akan Anda tolak, Anda pikirkan lebih dulu, atau Anda ambil keputusan untuk menjalankannya.

Akan tetapi bila Anda sudah menjalankan hubungan tersebut? Kiranya sharing saya bisa memberikan khasanah yang lain, pemikiran yang lain, ide yang lain untuk sama-sama saling membangun, syukur-syukur kalau Anda bisa berpikiran untuk sharing dengan memberikan komentar pada bagian bawah tulisan ini.

Saya rasa cukup pengantarnya, sekarang sharing yang akan berupa pendapat saya tentang Hubungan Cinta Jarak Jauh ini akan saya ~ terlalu putar-putar yah :mrgreen: ~mulai …

Tapi ingat, bacalah hingga selesai atau tidak sama sekali!

Baca lebih lanjut

Cinta Wajib Disampaikan!

Seperti pertanyaan tentang pelangi yang tersimpan di balik kabut setelah hujan,
di ujung air terjun tertinggi hikmat keabadian tak tersentuh,
sampai ada seorang penyair ungkapkan tabir,
bahwa pelangi ada setelah air dan air ada setelah hujan di hulu sungai

Hingga dia ungkapkan alasan bahwa tiada sesuatu yang ada setelah tiada, tiada ketiadaan yang kekal, tiada kematian abadi, yang ada adalah ada dari yang tidak ada …. karena keberadaan manusia sendiri adalah karena TUHAN telah jatuh cinta …

Ah, lalu bagaimana kita tahu TUHAN jatuh cinta? Jika TUHAN tidak berbicara melalui AnakNYA …

Jadi ucapkan cinta disaat memang ada, selagi masih ada waktu ditangan dirimu, untuk ungkapkan cintamu, walau sepatah kata sahaja …

Mari … sebarkan cinta bersamaku, hingga ke ujung dunia …

.

Terpengaruh dari sajak yang kesekian tentang cinta miliknya Bro goenong …

Rasis Ala Ketua PANSUS RUU Pornografi

Membaca di blog teguhtimur.com tentang UU Pornografi dan Ketua Pansus yang rasis, tentang bagaimana seorang ketua Pansus RUU Pornografi Balkan Kaplale mengucapkan statemen seperti ini:

“Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya perbaikan keturunan!”

Saat beliau menanggapi pernyataan seorang utusan dari Papua yang menyampaikan keberatan tentang RUU Pornografi.

Saya hanya bisa bilang … KA&*&^AT HA*&^M JA*&^%H

Menyedihkan, kenapa pernyataan tersebut harus keluar dari suara seorang yang berpendidikan dan memiliki posisi sebagai wakil rakyat.

Kalau mau saya bilang, kenapa Kalimantan tidak membentuk Kalimantan Merdeka saja? Menghentikan segera komitmen untuk memasok batubara ke Jawa biar sekalian saja Jakarta dan sekitarnya menikmati apa yang kami rasakan disini, mati perlahan dalam kekurangan energi yang sedemikian parahnya; atau memberontak kecil-kecilan saja dulu supaya nantinya kami bisa mendapatkan hak istimewa seperti Aceh?

Tapi untunglah, kalau tidak bisa dibilang sebuah pernyataan membesarkan diri sendiri, saya sendiri adalah dari kalangan nasionalis dan menganggap pernyataan tersebut hanyalah dari seorang yang tidak pernah mengecap bagaimana rasanya hidup terpinggirkan di tengah hutan, bagaimana rasanya mengecap rasa iri karena kue lebih banyak dibuang diantara penguasa haus kekuasaan di satu pulau saja satu tempat saja, bagaimana rasanya dijanjikan 100 macam janji tanpa ada realisasi, bagaimana rasanya melihat saudara-saudara saya harus berjuang dalam keterbatasan yang luar biasa. Selain itu, bagi saya sendiri pernyataan tersebut adalah anggapan personal dan bukan mewakili mayoritas dari saudara-saudara saya setanah air yang memiliki pemahaman yang lebih dalam kehidupan di Indonesia yang melandaskannya pada falsafah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk berita lengkap, silahkan klik disini.

Diketik disela-sela kegilaan pekerjaan beberapa hari ini, maaf kawan, saudara,sahabat kalau saya belum sempat singgah di blog dirimu sekalian dan menorehkan sampah cinta saya 😈 .

Ah, Indonesia, dengan berat hati aku bilang, jika dirimu tak segera berbenah, dirimu akan segera menjadi Uni Soviet kedua!

Salam hangat dari tengah dunia, dari seseorang yang mulai merasa terpinggirkan di negerinya sendiri. Bisaku …

Kebrengsekan Jiwa Lelaki

res

wajib baca sampai habis, atau kembali lagi nanti …

Materi bukan untuk non dewasa tanpa bimbingan orang tua!

Perbedaan Itu Seru!!!

beda

Saat aku terpaku dengan makna tulisan,
kau malah meributkan ejaanku!

Saat aku meributkan parfum mu,
kau meributkan jambul rambutku!

Saat aku mengatakan cinta kepadamu,
sembari menatap sendu ke kedua bola matamu,
kau malah tertawa menertawakan si Abdel yang kau bilang mirip aku!

Namun saat aku menceritakan si Minah penjual jamu,
kau cubit perutku hingga membiru,
dan kau tuduh aku ingin bermain dengan nya.
Padahal berani hidup aku disambar matamu,
aku cuma bilang ingin minum madu jahe dan,
susu segarnya saja!

Lalu …
Saat ku berandai ingin menunggangi kuda dengan serius,
kau bilang mulutku beracun dan berbahaya.
Tapi saat kau mulai tergoda dengan bersandar di tubuhku,
dengan jahat kau larang aku untuk memelukmu!

Kita memang berbeda, tapi tetap satu jua …
Ah, bukan, maksudku …
Adanya beda telah membuat kita hidup, tiada bosan,
karena setiap hari karena perbedaan itu,
kita selalu temukan hal yang baru.

yahooo … eh google … kataku saat itu dalam hati,
saat secara tidak sengaja aku berhasil mencium pipimu,
untuk yang pertama kali di siang hari itu he,,he,,
Ah, tentu saja aku masih ingat paras wajahmu yang memerah,
serta teriakan lirihmu hi,,hi,,

—————————————————
For my honey …
karena adanya kamu,
hidupku kini menjadi jauh lebih berwarna…

Arti Teman dan Persahabatan?

Tidak ada yang tahu sampai mana jalan cerita kehidupan berujung.
Hanya saja, jika kita menelusuri jalannya tanpa ditemani seorang teman apalagi tanpa seorang sahabat? Semuanya nampak mubazir, serasa di kuburkan seorang diri di tanah pekuburan di ujung dunia tak tersentuh …

Pas jalan-jalan ke tempat Bang Daniel Mahendra di artikel Persahabatan Blogger Ada dan Nyata, terinspirasi untuk bikin anyaman kata seperti yang dituliskan diatas dan saya jadikan komentar di tempat beliau. Dipindahkan disini agar bisa menjadikan pengingat untuk diriku juga 🙂 , bahwa sebenarnya blog bukan sekedar media berbagi, tetapi disini juga tempat dimana kita bisa mendapatkan seorang teman dan juga sahabat yang tidak akan pernah kita duga sebelumnya.

Btw, ada gak ya, yang gara-gara blog malah dapat pasangan hidup? 😉

Terkutuklah Kepengecutan Mu!

Aku memilihmu,
bukan karena aku yakin …
tapi karena aku bodoh percaya dengan roman percintaan

aku mengiginkanmu karena,
aku yakin cintaku akan berjalan
bak gunung dan lembah yang memabukkan

Tapi ternyata semuanya ini
tiada berujung pada percintaan sejati
karena yang muncul kembali di hatiku adalah
percintaan satu malam di tempat paling keji
disuatu sudut belantara dunia paling kelam

aku,
karena aku lelaki brengsek
yang terlahir dari liang rahim penggoda
dari cinta yang tiada jelas siapa lelakinya …

aku,
memutuskan diri untuk menyerah dan lari
tapi dunia tiada pernah mau tahu
masa laluku selalu menjadi hantu …

ah, tolong maafkanlah …
disaat ku tahu kau mau tulus menerima diriku,
aku telah berpaling dan kalah dengan ketakutanku
lalu memilih untuk lari dan menjadi serigala kembali

—————————————————————
Kadang kita berpikir begitu kurang dan bahkan menjadi orang terhina saat berjalan dengan sepatu kulit butut yang tidak mengkilat bak kaca lagi, sampai kemudian kita melihat seorang lelaki tua berjalan di atas aspal hitam jalanan yang sangat panas tanpa menggunakan alas kaki apapun, selain kulit kakinya yang telah menua.

Seperti diceritakan seorang teman!
Thanks sobat, teruslah berjuang untuk hidup, karena gadis Pendeta itu selalu menunggumu untuk kembali lagi satu hari nanti…