Archive for the ‘Dear Diary’ Category

26

Tadi malam kasih, baru saja kau berikan kecupan manis melalui pesan singkat ditengah malam;

membangunkan diriku di tengah malam buta, bersua melalui karakter gaib yang kita kirimkan lewat udara karena takut papahmu terbangun di tengah malam buta,

hanya untuk mengungkapkan sebuah kata termanis yang telah lama tidak aku dengarkan dari para kekasih ku yang dulu, dari sejuta impian yang telah lama aku buang bersama berlalunya waktu, yang ku buang di tengah semak-semak berduri, tentang perasaan kebahagiaan bahwa …

dirimu dan diriku berbahagia masih bisa bersama di malam buta pada pergantian hari, mengucapkan kata selamat untuk cerita hidupku yang kini menginjak hari pertama dari total 26 tahun masa kehidupanku di dunia, dan 8 bulan lebih 2 hari dari masa percintaan kita yang telah dipenuhi oleh guncangan, ratapan, kesedihan dan tak terhitung lagi banyak jumlahnya; dan juga tak kalah banyak jumlahnya, tentang cerita kebahagiaan dan pengharapan yang telah kita rasakan silih berganti …

Aku Pun Tidak Ingin Begini

Usiaku sekarang kurang lebih 26 tahun dengan 1 anak, seorang gadis cantik yang selalu kupanggil angel karena bagiku dia memang seorang malaikat kecil yang turun dari Surga, satu-satunya penghibur didalam kesusahanku yang demikian panjangnya.

Tidak lama terlintas dalam ingatan saat aku pertama kali disumpah janji didepan Gereja di kampung halamanku, diantara tatapan haru dan bangga sekaligus iri para tetangga dan teman-teman serta keluarga di kampungku karena berhasil mendapatkan seorang lelaki yang demikian membanggakannya. Tampan, mapan dan sepatutnya dipuja oleh banyak wanita, walau untuk bisa langsung hidup bersama kami berdua harus terlebih dahulu berpisah tempat tinggal selama kurang lebih 3 tahun karena kewajiban di tempat bekerja suamiku.

Tanpa kusadari mataku kini sembab, bulir-bulir airmata pun turun diantara sela-sela sudut mataku tanpa bisa dihalangi lagi.

Rumahku Dan My Honey Nanti

Di pertengahan tahun diri ini sudah pasang aksi dengan menggelontorkan uang muka untuk beli rumah, tepatnya menghabiskan semua uang yang ada di tabungan sejak jaman mahasiswa pas masih proyekan sampe jadi orang gila di bagian pemerintahan sekarang 🙂 ..

Moga dengan ini my honey jadi lebih yakin untuk terus bersamaku seperti di waktu kami bertemu untuk terakhir kali, bulan kemarin. Masih ingat bayangan ini bak film di kepalaku, bagaimana kami berdua saling bergandengan tangan melihat lokasi yang pada waktu itu masih berupa padang ilalang yang sudah diberi patok sampe beberapa bulan kemudian ketika rumah tersebut sudah ada dindingnya, lalu bertemu dengan tetangga belakang rumah dan bercerita panjang lebar dari hati ke hati tentang masa depan kami berdua di kota ini.

Karena itu diriku melalui blog ini mau sedikit berbagi kebahagiaan, disaat minggu terakhir kemarin diriku kembali melihat bentuknya yang kini sudah ada atap, dinding yang sudah di plaster dan plafon rumahnya tentu saja.

Lucunya, bagiku yang masih belum menjadi siapa-siapa ini, pengalaman tersebut benar-benar seperti pengalaman seorang Bapak yang melihat bagaimana membuat anak di mamanya, anaknya tumbuh dari onggakan daging di perut mamanya, lahir, keluar, dicuci pantatnya, lalu mulai menangis manja, minta ini itu dan akhirnya remaja, pacaran lalu mulai berontak, sampai akhirnya memilih pasangan hidupnya, kemudian menikah dan mati …

Walau kuakui masih ada hal yang mengganjal, pertanyaan tentang kapankah diriku bisa menempati rumah ini nantinya berdua bersama dirinya, my honey yang selalu kucintai.

Bisakah di 2 bulan kedepan? Atau tahun depan? Atau tahun depannya lagi? Atau disaat diriku mulai menangisi kesendirian dan akhirnya kembali mencari tambatan hati yang lain …

NB: Silahkan lihat perkembangan rumahku di halaman Rumahku Pelangiku

Ditulis disaat ambang-ambang bunga KPR yang mencekik gara-gara krisis Global.

Siapakah Sebenarnya Diriku?

whoami

Ini jawabanku dari pertanyaan tentang
SIAPA SEBENARNYA DIRIKU
Mungkinkah akan kau temukan pula jawaban tentang siapa sebenarnya dirimu?
Mari baca sampai habis,
jika kamu merasa telah tertantang untuk mengetahuinya bersamaku!

Baca lebih lanjut

Cinta Wajib Disampaikan!

Seperti pertanyaan tentang pelangi yang tersimpan di balik kabut setelah hujan,
di ujung air terjun tertinggi hikmat keabadian tak tersentuh,
sampai ada seorang penyair ungkapkan tabir,
bahwa pelangi ada setelah air dan air ada setelah hujan di hulu sungai

Hingga dia ungkapkan alasan bahwa tiada sesuatu yang ada setelah tiada, tiada ketiadaan yang kekal, tiada kematian abadi, yang ada adalah ada dari yang tidak ada …. karena keberadaan manusia sendiri adalah karena TUHAN telah jatuh cinta …

Ah, lalu bagaimana kita tahu TUHAN jatuh cinta? Jika TUHAN tidak berbicara melalui AnakNYA …

Jadi ucapkan cinta disaat memang ada, selagi masih ada waktu ditangan dirimu, untuk ungkapkan cintamu, walau sepatah kata sahaja …

Mari … sebarkan cinta bersamaku, hingga ke ujung dunia …

.

Terpengaruh dari sajak yang kesekian tentang cinta miliknya Bro goenong …

The Rendezvous Memory

Diriku baru saja berkenalan dengan gadis ini dan biarkanlah pada tulisan ini aku memberikan namanya Ela. Ela dimataku adalah gadis yang bisa aku bilang menarik dan cantik dengan beberapa hal lainnya yang bisa membuat lelaki siap kawin dewasa sepertiku pasti akan merasa tertarik dengannya.

Pada awalnya aku tidak berencana untuk berbincang terlalu jauh, tapi perjalanan waktu dan suasana yang mendukung telah menjadikan kami sedemikian dekatnya. Seingatku, bahkan disaat kami baru saja berkenalan di salah satu counter pulsa di kotaku, gadis cantik ini sudah bisa menceritakan semua kisah sedihnya bersama para lelaki sebelum aku.

“Menurutmu, siapa yang bakal pertama kali kamu kawini”, teriaknya dengan riang di saat itu.

“Tentu istriku dong!”, jawabku sambil lalu, berharap beberapa pasang mata yang menatap kami berdua di tempat duduk di pojokan cafe tidak ikut pula mendengarkan pembicaraan kami.

SALAH, katanya nyaring sambil tertawa lebar …

Sebenarnya Mau Apa?

Kutilik lagi beberapa postingan blog ku saat ini, ternyata semuanya kini telah berkisar di seputaran beberapa inci dari jantung, disekitaran kata curhat dan cinta.

Hiks …

Bukannya aku gak suka baca blog yang berisikan hal seperti ini, tapi terus terang saja, tujuanku membuat blog ini adalah sebagai salah satu caraku agar berusaha menguasai dunia.

WTF … Menguasai dunia?