Archive for the ‘artikel’ Category

Sharing Hubungan Jarak Jauh

Baiklah, sekarang Anda memutuskan untuk melaksanakan hubungan percintaan jarak jauh dengan pacar Anda jauh di seberang sana, entah itu di seberang lautan, seberang pulau, seberang sungai, atau seperti saya yang hanya kota di seberang. Lalu Anda juga berpikir untuk mencari tahu bagaimana caranya Anda mendapatkan kekuatan untuk melaksanakan hubugan tersebut? Ah, saya memang masih amatiran kalau mengatakan saya sudah berhasil dalam Hubungan Cinta Jarak Jauh yang saya lakukan saat ini; tapi sharing berbagai hal yang saya pikirkan dan telah saya dan pasangan lakukan mungkin bisa memberikan sedikit pemikiran bagi Anda untuk melangkah lebih jauh.

Tapi ini bukan tentang tips untuk mempertahankan hubungan jarak jauh yang bisa Anda lakukan, ini adalah sharing pengalaman yang telah saya dapat, sehingga Anda bisa memutuskan tentang langkah lebih lanjut; apakah permintaan si dia untuk berhubungan akan Anda tolak, Anda pikirkan lebih dulu, atau Anda ambil keputusan untuk menjalankannya.

Akan tetapi bila Anda sudah menjalankan hubungan tersebut? Kiranya sharing saya bisa memberikan khasanah yang lain, pemikiran yang lain, ide yang lain untuk sama-sama saling membangun, syukur-syukur kalau Anda bisa berpikiran untuk sharing dengan memberikan komentar pada bagian bawah tulisan ini.

Saya rasa cukup pengantarnya, sekarang sharing yang akan berupa pendapat saya tentang Hubungan Cinta Jarak Jauh ini akan saya ~ terlalu putar-putar yah :mrgreen: ~mulai …

Tapi ingat, bacalah hingga selesai atau tidak sama sekali!

Baca lebih lanjut

Ambil Judul Tulisan Teman Dengan Google Reader

Halah … panjang banget judulnya 😆

Persepsi saya saat menulis ini adalah:

  1. Anda sudah bisa mengoperasikan komputer *halah*
  2. Anda sudah bisa menggunakan Google Reader, menambahkan feed RSS dari teman dan memonitornya
  3. Anda mengumpulkan kumpulan bacaan tersebut ke dalam folder-folder di Google Reader

Lalu permasalahannya sekarang adalah agar bisa menampilkan Judul Tulisan Teman yang sudah Anda monitor RSS nya menggunakan Google Reader. Perhatikan contohnya di bagian kiri halaman blog saya ini, akan Anda lihat daftar tulisan terbaru dari blog yang sering saya baca menggunakan Google Reader pada judul widgetnya yaitu “Tulisan Teman”

Pro Siti Jenang, beliau bilangnya ini atom feed, yang saya kira beliau sudah mau berbalik arah menjadi ahli nuklir setelah bosan dengan filsafat Jawa :mrgreen:

Sebenarnya widget ini menggunakan RSS Reader biasa saja, tetapi RSS Feed yang diambil menggunakan bantuan Google Reader sebagai pengumpul RSS Feed tersebut *halah 😆 *. Untuk bisa melakukannya kita perlu tahu USER ID kita di Google Reader dengan cara: silahkan masuk ke Google Reader dengan login Anda tentunya lalu copy dan paste kode dibawah ini di Address Bar (tempat kita mengetikkan alamat WEB) pada halaman web yang telah membuka Google Reader untuk login Anda.

javascript:prompt(“User ID”, _USER_ID);void(0);

Nanti akan muncul pesan yang berisi USER ID Anda.

Kemudian tambahkan widget untuk RSS Feed pada halaman blog Anda dan masukkan alamat untuk umpan RSS tersebut menggunakan alamat seperti dibawah ini …

http://www.google.com/reader/public/atom/user/USER_ID_ANDA/label/LABEL_ANDA

Ubah USER_ID_ANDA dengan USER ID yang didapat dan LABEL_ANDA dengan label yang Anda jadikan bacaan untuk blog yang sering Anda baca. Dalam hal ini, USER ID saya adalah 03074790740021938010 dan saya menaruh bacaan blog yang sering saya baca di folder bernama bacaan, maka alamat umpan RSS tersebut adalah:

http://www.google.com/reader/public/atom/user/03074790740021938010/label/bacaan

Lalu simpan perubahan dan lihat hasilnya 🙂

Referensi: http://googlesystem.blogspot.com/2008/06/search-read-items-in-google-reader.html

The Rendezvous Memory

Diriku baru saja berkenalan dengan gadis ini dan biarkanlah pada tulisan ini aku memberikan namanya Ela. Ela dimataku adalah gadis yang bisa aku bilang menarik dan cantik dengan beberapa hal lainnya yang bisa membuat lelaki siap kawin dewasa sepertiku pasti akan merasa tertarik dengannya.

Pada awalnya aku tidak berencana untuk berbincang terlalu jauh, tapi perjalanan waktu dan suasana yang mendukung telah menjadikan kami sedemikian dekatnya. Seingatku, bahkan disaat kami baru saja berkenalan di salah satu counter pulsa di kotaku, gadis cantik ini sudah bisa menceritakan semua kisah sedihnya bersama para lelaki sebelum aku.

“Menurutmu, siapa yang bakal pertama kali kamu kawini”, teriaknya dengan riang di saat itu.

“Tentu istriku dong!”, jawabku sambil lalu, berharap beberapa pasang mata yang menatap kami berdua di tempat duduk di pojokan cafe tidak ikut pula mendengarkan pembicaraan kami.

SALAH, katanya nyaring sambil tertawa lebar …

Mengapa Selingkuh

Ya, tipe tulisan yang biasa-biasa saja ~ memangnya selama ini tulisanku ga biasa :mrgreen: ~

Tertarik saat ada seorang teman yang menceritakan penderitaan karena adanya perselingkuhan dalam hubungannya. Parahnya si kekasih yang brengsek karena ga punya mata yang baik karena melentarkan temanku yang cantik ini bilang kalau dia melakukannya karena kurang mendapat perhatian dari temanku.

Ah, kasian temanku yang cantik ini …

* sambil merangkul mencoba memberi semangat *

Maka saya memutuskan untuk menulis sebelum mengajar di hari yang terakhir sebelum pulang kampung di besok hari, mengeluarkan unek-unek biar gak mengganggu nantinya …

Terspesial untuk si pengecut itu … ya ANDA yang sedang ….

Tentang Toilet Duduk!

Ada pengalaman menarik buat saya disaat baru saja bekerja di kantor yang sekarang ini. Pada saat saya memutuskan untuk masuk ke toilet dan dilanjutkan dengan prosesi keramat untuk menjalankan kewajiban saya tersebut; sekonyong-konyong di saat yang kritis tersebut saya temui salah satu benda yang sejak dulu membuat saya sering; kalau kata anak muda jaman sekarang, “ill fill”.

Benda itu adalah toilet duduk!.

Kalau Anda pikir saya ini sedemikian ndeso nya (kata orang jawa)? Tidak juga, karena di tempat saya bekerja sebelumnya saya sering ~tapi tidak pernah menyukainya~ menggunakan ini. Alasan yang membuat saya merasakan tidak nyaman adalah kenyataan bahwa saya selama ini telah biasa untuk menggunakan toilet konvensional yang digunakan sembari berjongkok. Lalu kalau saya pikir-pikir, kenapa ya kok orang-orang sering bergaya menggunakan toilet duduk? Padahal orang yang menggunakan ini kebanyakan berlatar belakang menggunakan toilet konvensional pinggir sungai (maaf buat yang tersinggung).

Selain itu kalau memang menggunakan toilet duduk, ya seharusnya fasilitas yang tersedia juga diperuntukkan untuk penggunaan toilet duduk secara baik dan benar. Maksudnya, kalau pada tempat tersebut menggunakan toilet duduk, jangan lagi disediakan cebok manual! Kaco banget kan, disaat kita sudah mo bersihin diri, masa kita mesti mengambil sikap jongkok lagi diatas tempat dudukan toilet. Ini benar-benar perasaan yang tidak lucu! Bayangkan kalau toilet duduk itu roboh karena tidak kuat untuk menahan berat tubuh kita … Hancur 7 turunan deh :mrgreen:

Tapi inilah yang dinamakan sebuah ketidakberdayaan budaya, paling tidak bagi saya. Ini adalah gambaran bagaimana kita selalu dipaksakan untuk menggunakan sesuatu yang kadang kala tidak sesuai dengan peruntukan dan kebiasaan. Memang, kebiasaan yang tidak baik harus ditinggalkan. Tapi, apakah ini termasuk kebiasaan saya menggunakan toilet pavorit saya, toilet jongkok?! Padahal ada pepatah: “sorga dan neraka bisa Anda temukan di toilet“.

NB: ini merujuk kejadian lumrah dalam hidup Anda. Sorga saat Anda benar-benar kebelet dan menemukan tempat untuk buang hajat 🙂 , neraka kalau sebaliknya :mrgreen:

Pilihan yg Sepertinya Bukan Pilihan

Pilihan

Pilihan

Akhir-akhir ini saya mulai tergelitik lagi dengan fakta tentang Jalan Kehidupan; apakah benar-benar ada hal yang sering disampaikan oleh orang-orang bijak itu sebenarnya?

Lalu Saya temukan paradoks atas tulisan saya yang lain …

Semut Mati Di Atas Gula

Ada pertanyaan kritis dari ade penulis yang sekarang baru duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.

Kak, kalau banyak semut yang lagi makan di stoples gula, lalu stoples tadi ditutup! Apa semut tadi masih bisa hidup?”, sambil bertanya Dia menatap saya serius. Wajah kekanakannya membuat saya tidak tega untuk bercanda dan menjawab sekenanya.

Lalu kini di saat salah satu teman saya lupa untuk menutup toples gula yang ada di Kantor pada hari yang panas ini, pertanyaan tadi kembali menggelitik hati saya. Mata saya lalu tertuju pada semut-semut yang bergerombol membentuk pola aneh tak beraturan, yang dengan penuh cerianya seakan berpesta pora diatas gula yang menggunung hingga puncak nirwana surga para semut! Ini seperti seekor anak manusia berpesta pora diatas kue black forest yang dilihat oleh mata para dewa di surga.

Nah kembali kepada pertanyaan pertama dari mengapa tulisan ini dibuat, akan matikah semut tadi? Lalu diam-diam saya mengambil stoples gula tadi dan menutupnya rapat-rapat sambil menyeringai mengerikan …

NB: Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Adek saya tersebut 😦