Jadilah Tempatku Untuk Menangis

Kalau memang sedemikian rapuhnya hati ini, tentu saja aku akan pergi menjelajahi dunia fana dan menyeberang ke dunia mimpi. Bertemu dengan kupu-kupu surga yang berterbangan kian kemari, hinggap diantara bebungaan taman yang indah tempat para malaikat saling bercanda dan mungkin bersendawa.

Ya!Mungkin saja aku terlalu naif untuk menjadikan dirimu sebagai pelukan terakhir di akhir tidurku. Tapi tidaklah hal ini juga menjadikan diriku sebagai lelaki yang siap untuk dirimu jadikan kacung di episode dari drama kehidupmu, seperti seekor kerbau yang telah kau tusuk hidungnya dengan gelang kecil yang bisa kau paksa untuk kau kendarai dengan liar kesana kemari; lalu dijadikan pembajak sawahmu?

Tapi walaupun demikian, disaat perhatianmu adalah menjadikan diriku cerita indah di akhir cerita kehidupanmu di Dunia, tidaklah aku inginkan agar dirimu lebih mengharapkan Surga dibandingkan keinginan untuk selalu bersamaku di Dunia fana ini. Karena di surga tiada lagi dirimu dan aku bisa saling mengenal lagi, sehingga akan ku kutuk Surga bila itu memang bisa dan aku kupilih untuk bertahan hidup dunia ini, bila itu adalah salah satu cara agar dirimu bisa terus bersamaku.

Kalau kau berharap aku untuk berucap nakal nanti kasih, kan kubisikkan di antara leher jenjangmu, laluku semburkan nafas ku yang menghangat di antara kedua tatapan indah bola matamu. Karena ku tidak ingin mengucapkannya di depan telinga milikmu, sehingga semakin susah kau mendengarkan bisikan itu nantinya maka kuharap semakin mudah pula bibirmu untuk beradu hasrat dengan bibirku.

Aih kasihku … Bukan pula cerita gombal bak dongeng Cinderella atau cerita tragis seperti Romeo dan Juliet yang ku impikan saat aku memutuskan untuk menundukkan diri di antara kedua ketekmu yang berbau cologne Perancis tersebut, tidak pula keinginanku untuk menjadikanmu seperti Asia Carera yang menggetarkan shawat dan membuatku ingin melumatmu seperti saat ku memakan buah anggur merah yang sering menggoda dirimu untuk memintaku membuang uang demi hasratmu.

Tidak!

Karena yang aku inginkan hanyalah, sebuah tempatku untuk berdesah dan bersendawa … untuk bercerita dan bergumam, untuk tertawa dan berbagi, serta untuk menangis sejadi-jadinya tanpa perlu takut untuk kehilangan sisi kelelakianku di hadapan dunia.

Karena kebutuhanku untuk mencari tempat untuk menangis, lebih besar sekarang daripada keinginaku untuk memperlihatkan kejantananku kepadamu …

Aih, aku gila … aku perlu tempat untuk berbicara, aku perlu tempat untuk menangis …

9 responses to this post.

  1. Posted by yessymuchtar on Oktober 8, 2008 at 12:25 pm

    sini sini sama yessy..cup cup cup ..jangan nangis ahh..entar gak ganteng lagi donn..eh eh itu ada odong odong mau naik gak..cup cup ya…

    *ini Tangguh apa bisaku si!?!?*

    bisaku:
    “Dag … Dig … Dug
    *pas membaca di awal koment😈 *
    Gubrak …
    *pas membaca akhir koment😳 *
    Ada-ada aja dapatnya Ibu ini :mrgreen:

    Balas

  2. yupz…
    jangan nagis aja….keep smile ya……

    bisaku:
    “Tentu🙂 “

    Balas

  3. cowok jangan menangis

    bisaku:
    “Tanpa menangis, dirimu akan cepat berpisah dengan pasanganmu …”

    Balas

  4. semoga tetap bersahaja kang …🙂

    bakalan kan da pelabuhan akhir utk setiap perjalanan kang

    bisaku:
    “Amin …
    Aduh, kang … mas atau ade aja deh:mrgreen:

    Balas

  5. makanya kita bikin blog…buat curhat wekekkekkek buat teriak2x, buat maki2x

    bisaku:
    “duh duh jeng … membalas nih ceritanya:mrgreen:

    Balas

  6. Menangislah … jka menangis itu bisa meringankan sesak dan beban didada.

    **sok puitis.com*

    bisaku:
    “Bisa menangis di waktu yang tepat juga adalah tanda kedewasaan🙂 “

    Balas

  7. Menangislah. Karena menangis adalah sebuah bentuk kejujuran.
    Dan jujur adalah sifat lelaki.

    bisaku:
    “Sep … setuju…”

    Balas

  8. wah wah wah.. mellownya keluar deh.. hehehehe

    bisaku:
    :mrgreen:

    Balas

  9. Posted by mujahidahwanita on Oktober 11, 2008 at 8:24 am

    Salam kenal
    Waduh….saya kurang setuju kalu pria harus di cucuk hidungnya seperti sapi,
    Biar bagaimanapun pria adalah seorang pemimpin dan wanita harus hormat kepada pria, kalau saya ingin menangis…….Uhuk…uhuk….uhuk…..

    Maka …….
    saya akan menangis di pelukan dan pangkuan tuhan, tidak dipangkuan atau pelukan siapa pun, Cinat sejati adalah cinta kita kepada Tuhan , bukan cinta sesama mahluk

    bisaku:

    Tapi tidaklah hal ini juga menjadikan diriku sebagai lelaki yang siap untuk dirimu…

    Aku juga gak mau:mrgreen:

    Tapi tujuan TUHAN memberikan pasangan agar selain bisa berbagi denganNYA, pasangan juga bisa dijadikan sebagai perwujudan lain dari kasih TUHAN🙂

    Salam kenal juga😉 “

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: