Pilihan yg Sepertinya Bukan Pilihan

Pilihan

Pilihan

Akhir-akhir ini saya mulai tergelitik lagi dengan fakta tentang Jalan Kehidupan; apakah benar-benar ada hal yang sering disampaikan oleh orang-orang bijak itu sebenarnya?

Pada pandangan hidup saya, apabila memang sedari kita lahir di dunia ini telah ada yang namanya ‘Jalan Kehidupan’; atau suatu jalan yang sudah di buat oleh TUHAN untuk kita, Lalu mengapa kemudian TUHAN memberikan kesempatan bagi kita untuk memilih berbagai keputusan yang ingin kita buat SESUKA hati kita? Kenapa tidak dia paksakan saja kita untuk mengikuti jalan yang telah DIA buat, kalau memang itu ada?

Tentunya artian dari sesuka hati pada kata-kata tersebut diberikan olehNYA dengan berbagai konsekuensi yang dimiliki dari pilihan yang kita buat; dalam bahasa sederhananya, ada hukum sebab dan akibat!

Pada tulisan saya sebelumnya di Jalan Hidup atau Pilihan Hidup? saya memaparkan tentang pemikiran saya bahwa segala jalan kehidupan yang ada di dunia ini adalah terlahir dari proses berbagai kejadian sebab dan akibat yang kita ambil melalui berbagai pilihan kita atas permasalahan di dunia ini.

Karena itulah saya juga berani mengatakan bahwa tiada yang kebetulan di dunia ini, karena dunia sendiri tidaklah random! Bahkan saat Archimedes menemukan sesuatu lalu mengucapkan kosa katanya yang terkenal “EUREKA!” pun, hal tersebut bukanlah kebetulan belaka. Tapi merupakan hasil pemahaman beliau saat menggerakkan badannya ke dalam bak mandi lalu menyadari bahwa volume air yang menaik pada bak adalah sama dengan volume tubuhnya yang masuk di air pada bak. Dengan kata lain, dia menyadari hal tersebut merupakan sebuah penemuan berdasarkan banyak sekali pengetahuan yang dimilikinya sebelum melakukan hal tersebut. Sedangkan banyaknya pengetahuan tersebut ada dari pilihan yang telah beliau buat untuk menjadi seorang Archimedes seperti yang kita kenal pada saat ini.

Oke, mulai agak keluar konteks sekarang ya …

Kembali kepada pilihan hidup tadi, karena saya sendiri menemukan paradoks ~ benarkah demikian? ~ dalam pernyataan yang saya buat tersebut.

Kalau memang pilihan tersebut diberikan secara bebas oleh TUHAN, lalu bagaimana dengan pilihan yang harus dibuat oleh anak-anak yang sedari lahir telah berada pada dunia yang keras, pada zona yang mengharuskan mereka menjadi sesuatu yang bukan mereka, sesuatu yang tidak mereka inginkan. Hal ini saya dapatkan setelah membaca blog Israel-Palestian milik Cerita Dana.

Sampai saat ini saya belum mendapatkan jawabannya … Sehingga saya berkesimpulan untuk membuat sebuah pernyataan lagi tentang kondisi ini, yang kemudian saya namakan

“Pilihan yang Sepertinya Bukan Pilihan”

Mungkin Anda menyukai tulisan ini …

NB:Gambar saya temukan dari penelusuran di berkas yang google miliki, apabila ada yang menyatakan hak kepemilikannya, silahkan sampaikan kepada saya agar saya menghapusnya atau menuliskan pernyataan hak kepemilikannya ….

12 responses to this post.

  1. gue bacanya besok aja ya😀 abis buka, ngantuk hehehe

    bisaku:
    “Pantesan aja😉 “

    Balas

  2. Sebenarnya itu merupakan pilihan, roh kita memilih skenario sedemikian rupa untuk belajar. Analoginya kira2 seperti kita memilih kuliah di jurusan favorit kita, setiap mata kuliah yang harus kita ambil kan menyulitkan. Tapi kita ikuti juga krn tujuannya untuk belajar. Demikian juga bila tiba ujian semesteran. Untuk apa bersusah2 kuliah dan ujian kalau kita bisa memilih duduk santai dirumah? Tentunya untuk belajar kan. Kita belajar dari setiap pilihan yang kita ambil. Belajar bagaimana mengakali kehidupan 😀

    bisaku:
    “Tapi ada dalam beberapa kasus, banyak pilihan yang memang terpaksa dibuat karena bukan lagi merupakan arah dari pilihan sebelumnya … Yah, benar sekali sih … ujung-ujungnya adalah bagaimana mengakali kehidupan😉 … tapi mungkin juga, penggunaan insting untuk bertahan hidup kali ya🙂 “

    Balas

  3. anak2 belajar kekerasan dan kebencian dari lingkungan yang membentuk karakternya. seringkali mereka tidak punya pilihan, tapi merka, mau atau tidak, harus mengikuti jalan kehidupan yang terbentang di depan matanya,

    bisaku:
    “Kalau demikian, apakah setiap orang yang lahir dari lingkungan yang keras harus jadi penjahat?
    Mungkin inilah yang banyak dipertentangkan oleh banyak pemuka Agama sampai saat ini …”

    Balas

  4. aku juga bacanya nanti aja.. mau buka nih.. hehe

    bisaku:
    “Ade tingkat pas kuliah di Matematika Jurusan Berhitung dulu …:mrgreen:
    Ditunggu hasil bacanya …
    *seperti ucapan Pak –sensor– habis ngajar KPB …* “

    Balas

  5. lha itu, seperti kata CY. jawaban itulah yg tampaknya paling masuk akal. ada pilihan sebelum kelahiran. masalahnya, kok kita tidak ingat?

    bisaku:
    “Mungkin kita bisa tahu, setelah kita menghadap Sang Pencipta🙂 …”

    Balas

  6. @sitijenang
    Kalo ingat ya namanya ujian nyontek dong bro, kita kan sedang diuji, melatih kinerja kita. hehehe….

    Balas

  7. @ CY
    bener juga ya… hmmm…😎

    Balas

  8. Posted by mastal on September 9, 2008 at 3:25 pm

    memang di dalam kehidupan ini kita pasti menemukan banyak pilihan dimana pilihan itu belum tentu sesuai dengan selera kita …

    bisaku:
    “Kalau sudah malas atau terlalu capek untuk memilih … maka yang bisa dilakukan adalah tidur untuk selamanya …”

    Balas

  9. Posted by Ayam Cinta on September 9, 2008 at 5:24 pm

    Life is a choice, lha emang hidup i2 smuanya pilihan
    Gede kecil, suka ga suka, sadar ga sadar, ya kita emang milih

    Seperti halnya saia scara sadar dan tanpa paksaan memilih untuk nulis komen ini
    Whehehehehe…

    bisaku:
    “Anda bisa aja🙂 “

    Balas

  10. Nimbrung..

    Saya teringat OSHO (nama org)

    ketika ditanya muridnya
    “apakah hidup ini ditakdirkan ?

    Jawabannya : Dua duanya — hidup ini ditakdirkan dan juga tidak..

    salam,

    http://galeter.wordpress.com

    bisaku:
    “Seperti biasanya … penuh dengan pemikiran yang dalam🙂

    Apa ini seperti analogi seperti ini ….

    ‘PILIHAN dilakukan oleh manusia, sedang apa saja yang bisa dipilih itu diberikan oleh TUHAN …’

    Wow …”

    Balas

  11. saya tertarik dengan gambarnya.
    kok ya dua-daunya gak mengenakkan..
    kenapa gak menggunakan harimau untuk hewan yang satunya.
    kan pas tuh buaya dengan harimau😀

    bisaku:
    “Judulnya aja … Pilihan yang sepertinya bukan pilihan🙂
    Kalo dipake buaya dengan harimau, tar dikira berbicara tentang lelaki pemangsa wanita haha,, “

    Balas

  12. dalam pemahaman sempit saya, jalan kehidupan memiliki kesamaan arti literal dengan pilihan kehidupan >> “Anda punya dua pilihan | Anda punya dua jalan”. Memilih untuk tidak memilih adalah sebuah pilihan juga.
    .
    Bisa dianalogikan dengan struktur bahasa pemrograman, dimana si programmer, memberikan berbagai probabilitas terhadap user.
    If cmd1.cmd Click Then
    Form2.form Show = True
    If cmd2.cmd Click Then
    Me.Quit
    ELSE

    ah, mungkin ada baiknya kalau suatu waktu kita mendiskusikannya via YM.
    .
    Salam,

    bisaku:
    “Dalam banget🙂 baru tahu kalo Esensi juga bisa ngoding ….

    Hanya saja dalam pemahaman saya, jalan dan pilihan itu adalah 2 hal yang berbeda. Jalan adalah apa yang terpampang didepan, sedangkan pilihan adalah keputusan untuk memilih jalan mana yang akan diambil …

    Bisa aja kita YM’an, cuma kapan itu yang kita bisa cari … Sekalian kalo ada project ngoding, saya bisa membantu lho🙂 “

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: