Semut Mati Di Atas Gula

Ada pertanyaan kritis dari ade penulis yang sekarang baru duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.

Kak, kalau banyak semut yang lagi makan di stoples gula, lalu stoples tadi ditutup! Apa semut tadi masih bisa hidup?”, sambil bertanya Dia menatap saya serius. Wajah kekanakannya membuat saya tidak tega untuk bercanda dan menjawab sekenanya.

Lalu kini di saat salah satu teman saya lupa untuk menutup toples gula yang ada di Kantor pada hari yang panas ini, pertanyaan tadi kembali menggelitik hati saya. Mata saya lalu tertuju pada semut-semut yang bergerombol membentuk pola aneh tak beraturan, yang dengan penuh cerianya seakan berpesta pora diatas gula yang menggunung hingga puncak nirwana surga para semut! Ini seperti seekor anak manusia berpesta pora diatas kue black forest yang dilihat oleh mata para dewa di surga.

Nah kembali kepada pertanyaan pertama dari mengapa tulisan ini dibuat, akan matikah semut tadi? Lalu diam-diam saya mengambil stoples gula tadi dan menutupnya rapat-rapat sambil menyeringai mengerikan …

NB: Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Adek saya tersebut😦

10 responses to this post.

  1. udah dikuburin belom ? hehhehe

    bisaku:
    “Mampus deh aku tar, sekian ratus dibikin kuburan semua:mrgreen:

    Balas

  2. pembunuhan massal nih!

    bisaku:
    “Cuma rasa ingin tahu, tapi anehnya pas dibuka ini pagi? … semutnya masih hidup aja …”

    Balas

  3. seperti tikus yg mati di lumbung padi:mrgreen:

    bisaku:
    “Karena itulah saya masukkan di kategori ‘sosial kemasyarakatan’ …
    Memang sampeyan ini, pikirannya🙂 “

    Balas

  4. kalo anda bisa memastikan udara
    tidak bisa masuk ke toples,
    besar kemungkinan mereka mati.

    gitu aja koq repot.

    ada pertanyaan yang lebih berat tuh di

    http://galeter.wordpress.com

    bisaku:
    ” Seperti mengatakan kepada dunia
    bila lubang hidupmu ditutupi …
    maka kamu akan mati …
    bila ekonomi mu tempat nyari nasi untuk di olah di perut lalu keluar dari itu sebagai …
    maka kamu mati🙂 …:mrgreen:

    Balas

  5. semut di dalam gula bisa mati, walopun banyak makanan di sekeliling !!!
    sama manusia juga pasti bisa mati walo banyak harta (———-)

    bisaku:
    “Apa yg terlihat, memang kadang tidak bisa kita tebak.
    Seperti semut, apakah mereka bahagia karena mereka mendapat banyak makanan? ssst … gulanya segunung lho😀 “

    Balas

  6. Uuhhh.. kejam banget dirimu pak.. hiksss (kucing yang cinta semut)..🙂

    bisaku:
    “Seperti ilmuwan yang membunuh 1000 tikus untuk mendapatkan 1 buah kesimpulan:
    ‘Ternyata racun bisa membuat kanker …’
    *halah …🙂 * “

    Balas

  7. jadi, gimana kabar semut2nya? kalau tebakan saya, mati ya….?

    bisaku:
    “Apa mungkin karena semut kecil lalu perlu O2 juga kecil, sudah hari ke 2 tetap hidup aja. Jadi tar dilepas aja deh, daripada masuk neraka karena semut:mrgreen:

    Balas

  8. yang dengan penuh cerianya seakan berpesta pora diatas gula yang menggunung hingga puncak nirwana para semut!

    puncak surga bro, bukan nirwana. Karena surga beda dengan nirwana.
    *lost fokus* :mrgreen:

    bisaku:
    “Usulan diterima😀
    Tapi emang beda gitu ya?😉
    berarti perbendaharaan kata harus direwrite ulang🙂 “

    Balas

  9. turut berduka bos, atas percobaan dan rasa penasaran ente…
    wakakakakak

    bisaku:
    “Makanya tema blog ini ‘karena aku bisa’:mrgreen:

    Balas

  10. Wah mari kita tanya saja ke semutnya,
    ‘semut-semut kecil. saya mau tanya.. apakah kamu didalam toples, tidak takut mati’
    +loh kok malah nyanyi+

    ^LOL

    bisaku:
    “Dasar … haha,,,”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: