Haruskah Karena Jarak Kita Menyerah?

Sebuah tulisan yang saya kirimkan bersama surat ini.

“Ingatlah tentang tragedi duyu[1], dan seorang lelaki maanyan[2] dari negeri seberang sungai, yang telah bertekuk lutut mencintai dirimu” (TONI)

Kalau bisa memilih jalan dan cara yang ditempuh untuk hubungan kita ini, tentu saja aku akan memilih jalan yang paling pendek, paling mulus, paling mudah ditempuh dan paling bisa diterima untuk sebuah hubungan yang paling ideal dan indah bagi hubungan kita. Tapi tentu saja proses yang terlalu pendek akan memiliki konsekuensi yang tidak baik pula, baik itu bagi proses pengenalan karakter yang kita miliki, maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pendewasaan hubungan yang aku inginkan ~ yang ku harap kau pun demikian ~ mampu bertahan hingga suatu saat ~ entah kapan dan apapun itu ~ penentuan.

8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55: 8-9)

Memang tak baik bagiku untuk terlalu berharap dalam usia hubungan yang masih muda ini, serta pada saat kita baru pada sebuah tahapan perkenalan yang bahkan belum sampai pada inti dari persoalan tentang kedewasaan dan kematangan atas hubungan yang kita jalani sekarang. Tapi tidak baik pula bagiku untuk mengambangkan ini sebatas pada keinginan untuk mengikuti aliran air, sekedar menikmati hembusan angin, atau hanya sebatas pada sebuah keinginan untuk menghentikan kesendirian hidup yang kini aku jalani. Karena dengan melakukan hal yang kusebutkan tersebut, sama saja aku memalingkan muka dan menjadikanmu tak lebih daripada sebuah perahu perantara yang kugunakan untuk singgah dan kemudian aku dengan mudahnya berganti perahu lagi di pelabuhan yang lain apabila aku sudah bosan dengan keinginan yang aku miliki. Karena apabila hal tersebut benar-benar kubuat menjadi pondasi dari hubungan ini, maka perbuatan tersebut sebenarnya menghinakan aku dan TUHAN yang telah mempertemukan kita dengan proses yang luar biasa. Karena bagiku, seperti yang telah ku utarakan padamu, kau adalah lembaran yang benar-benar baru untuk kehidupan percintaanku.

6 Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!”(Kidung Agung 8:6)

Aku tak ingin dirimu menutup diri sepenuhnya terhadap kemungkinan pilihan yang lain, karena aku sadari memang tidak hanya aku di luar dunia sana yang bisa membuatmu bahagia, membuatmu berwarna, dan terlebih alangkah egoisnya diriku bila memang aku menginginkanmu demikian, menjadikan aku sebagai pilihan total dalam awal hubungan yang begitu bergairah dan saling membangun ini. Karena aku tidak ingin diriku adalah pilihan terbatas atas berbagai kemungkinan yang ada, karena aku ingin pada saatnya nanti dirikulah yang kau pilih atas semua kemungkinan terbaik yang kau punyai. Jadi benar-benar bukan karena ada rasa terpaksa, perasaan bersalah, apalagi perasaan kasihan dan mengkasihani. Aku ingin dirikulah yang menjadi pilihan atas semua pilihan terbaik yang ada padamu.

7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina” (Kidung Agung 8: 7)

Akan tetapi bilamana kau telah temukan terkasih yang lain sayangku, yang bisa kau nilai dan kau inginkan lebih daripadaku, janganlah kiranya keberadaanku menjadi batu sandungan bagimu. Karena mencintai hakekatnya bukanlah untuk mengekang, tapi saling mendukung dan mendoakan, saling mencari kecocokan dan menciptakan kestabilan, saling memberi dan saling menerima, saling mendoakan dan saling mengasihi. Karena itu apabila kiranya kau telah mendapatkan peluang yang lain, sebelum kau memulai hubungan tersebut janganlah kiranya kau pertahankan hubungan percintaan ini, karena itu sama saja seperti kau telah menduakan aku, dan menduakan cinta adalah tidak baik dimata TUHAN. Sehingga akan lebih bagiku, karena cintaku padamu, kau putuskan hubungan kita lebih dahulu. Percayalah, lebih besar perasaan ku untuk melihatmu bahagia dibandingkan kekecewaan yang ada padaku. Karena memang itulah cinta yang ada padaku untuk dirimu.

12 Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!” (Kidung Agung 7: 12)

Referensi:

  1. duyu: bahasa maanyan untuk anak anjing
  2. maanyan: salah satu suku dayak terbesar di Kalimantan Tengah

9 responses to this post.

  1. narasi yang bagus, mas toni. dinamika dan perjalanan manusia *halah sok tahu” memang penuh liku. dalam kondisi demikian memang ada baiknya kita tak henti2nya melakukan refleksi utk selanjutnya mencari jalan yang terbaik, baik bagi diuri sendiri maupun orang lain. btw, saya suka banget dg istilah2 lokasnya, mas. dengan cara seperti itu saya bisa jadi tahu istilah2 yang ada di daerah lain.

    bisaku:
    “Hanya menuliskan sebuah pemikiran dari pengalaman hidup Pak, tak bisa dibandingkan dengan tulisan Bapa yang berbobot🙂 “

    Balas

  2. Wah yang gini gini saya gak paham..maklum bukan sastrawan

    bisaku:
    “Saya juga bukan kok🙂 “

    Balas

  3. BERSAMA KITA BISA
    EEEiiiit……………Bukan Kampanye loh ya…hehehehe

    bisaku:
    “Serahkan saja kepada ahlinya:mrgreen:

    Balas

  4. mantap bos. disokong ayat-ayat kitab lagi. salam.

    bisaku:
    “Pujian kembali kepada pemiliknya🙂
    Salam .. “

    Balas

  5. tes-tes tes salam kenal ya
    byme

    bisaku:
    “Salam kenal juga🙂 “

    Balas

  6. ah jarak
    apa artinya utk hati?

    bisaku:
    “Itulah misterinya …”

    Balas

  7. oya makasih sudah mampir ya, salam kenal toni🙂

    bisaku:
    “Salam kenal juga🙂 berkunjung lagi ya:mrgreen:

    Balas

  8. Posted by hertha irwan on Februari 20, 2013 at 11:34 am

    semangat buat gue yang jalanin hubungan jarak jauh tanpa komunikasi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: