tarianku kaku …

saat ini tarianku kaku
tidak mengikuti irama tembang
tidak mengikuti kata hati
yang ada hanya ‘menari’

saat ini hatiku tertindik
bayangan kelabu musang berbuntut
yang menyaru jadi domba
pergi mengumpan, memakan teman

dan bulan …
perlahan pergi ditelan pagi
saat mentari bersinar lagi
saat panas mendera hati
ketika ingin kupergi mati

atau memang ada telur di ujung tanduk
yang tak terjatuh lalu terantuk
terinjak kerbau yang sedang mabuk
kemudian mati ditelan hari

dan saat ini,sudah pagi …
sudah saatnya pergi
mencari cerita tentang hidup
cerita tentang hari ini
yang terus menjadi misteri

buat sepi yang selalu ku cintai ….

11 responses to this post.

  1. Berkawan sunyi eh???😆

    bisaku:
    “Sebenarnya gak juga, ‘sepi’ itu sebenarnya nama ce😥 …”

    Balas

  2. saat ini tarianku kaku
    tidak mengikuti irama tembang
    tidak mengikuti kata hati
    yang ada hanya ‘menari’

    pada bait pertama ini kalau boleh saya menafsirkannya, ada situasi kontradiktif; ada suasana ambigu; bimbang dan ragu. *halah* /tidak mengikuti irama tembang/ bisa jadi bermakna ingin mendambakan sebuah kebebasan. tapi pada larik berikutnya /tidak mengikuti kata hati/ nah, kontradiktifnya kalo menurut saya letaknya di sini, hehehehe😆 orang yang mendambakan kebebasan tuh bisanya menuruti kata hatinya. tapi puisi mas toni dari idiomnya horace dah bisa masuk pada ketegori “dulce et utile” (menyenangkan dan berguna). salam kreatif.

    Balas

  3. Bung Sawali benar, tapi….! Ah, aku kurang bisa menghakimi. Maafkanlah…

    Balas

  4. @Pak Sawali Tuhusetya and @EMBUN
    Sebenarnya puisi ini udah lama banget, pas dulu lagi asyik2nya merasa cinta disaat remaja😳 , tapi tiba2 ada sesuatu yang bikin keki ttg hbungan yang gak langgeng, jadilah timbul pertanyaan tentang apa yang terjadi di hari esok. *halah*

    Jado kalo dibilang kontradiksi ada benarnya juga😉 kepingin punya sesuatu yang ingin dipertahankan, tapi sudah tak tahu apa bisa diikuti jalan ceritanya …. Tapi sebenarnya bikin puisi bagi saya gak terlalu mikir makna😆 yang penting keluar dan keluar aja:mrgreen: , gak tahu buat yang baca bagus apa gak, kalo udah ngena di hati yah bikin. Soalnya kalo terlalu mikir makna, ntar gak jadi-jadi🙂 , lagian makna itu ada di persepsi buat yang baca ….

    Balas

  5. Aku kurang paham…:mrgreen:

    bisaku:
    ”😳 “

    Balas

  6. Posted by kanghawi on Februari 3, 2008 at 9:27 pm

    Berkawan sepi. Jangan-jangan lagi nyepi di Kahayan ya mas? Kahayan when I’m kaming

    bisaku:
    “Iya, bersama nyamuk dan kail🙂 “

    Balas

  7. wah ternyata saudara puitis juga yah..:mrgreen:

    Balas

  8. puisinya bagus juga, boleh dicontek kan🙂

    Balas

  9. makin kubaca, makian indah…! suer deh!

    Balas

  10. Salam kenal. Salam MANGROVER!

    Balas

  11. ye, lama tak bersua!
    aku sedang berkubang dalam sepi

    bagaimana dikau?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: