Kunjungan Program KOV

Tadi pagi sampe siang ada kunjungan mendadak dari pihak kedutaan Korea ke kantor ke dua yang ada di Komplek Kantor Gubernuran, Provinsi Kalimantan Tengah. Parahnya kami baru diberitahu kalau kunjungan mendadak ini sebenarnya merupakan lanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya untuk sebuah program yang bernama KOV, atau Korea Overseas Volunteer. Mengapa dibilang parah? Karena dari pertemuan-pertemuan sebelumnya undangan yang seharusnya kami terima sama sekali tidak disampaikan, akibatnya kami hanya sempat menyiapkan ruangan dan aspek lainnya tanpa tahu lebih lanjut tentang materi yang bisa digali dari kedatangan pihak Korea ini.

Tapi sudahlah, kalau memang ada pihak-pihak lain yang merasa lebih bertanggung jawab untuk melaksanakan hal tersebut, apa mau dikata?

Namun disamping hal yang patut disesalkan tadi, hal yang harus dihargai adalah semangat yang dibawa dari program ini kepada pihak kami.

Bagaimana Mr. Ho yang begitu ingin berbicara dalam Bahasa Indonesia akhirnya menyerah dan menggunakan bahasa Inggris, serta pak kepala bagian yang juga begitu bersemangat memaparkan tentang apa yang sedang kami kembangkan dan kami inginkan dari keberadaan program KOV ini, dengan PD dan gayanya menggunakan Bahasa dari negeri Lady Diana tersebut. Padahal saya tahu beliau sudah lama tidak mempraktekan bahasa tersebut dalam waktu yang lama sekali; selepas beliau kembali setelah menyelesaikan S2nya.

Pertamanya saya agak bingung dengan program ini, karena sebelumnya juga saya pikir ini semacam hibah dari pemerintah Korea kepada pihak terkait; semacam bantuan yang diberikan oleh USAID. Setelah di pelajari dari formulir yang diberikan kepada kami, ternyata ini adalah program yang diselenggarakan oleh Korea dengan tujuan untuk lebih mengenalkan budaya Korea dan membantu pihak yang menjadi tempat tujuannya, dengan cara mengirimkan tenaga ahli dari Korea. Tenaga ini akan membantu di Indonesia pada bidang-bidang yang meminta perhatian lebih dan memang diperlukan oleh tempat tujuannya, dimana salah satunya adalah dalam bidang Communication Technology yang sekarang sedang berusaha kami wujudkan untuk daerah Provinsi Kalimantan Tengah menggunakan teknologi WiMAX.

Semoga saja program ini tidak berhenti di tengah jalan seperti program lainnya, dan hasilnya bisa kami peroleh untuk mengejar ketertinggalan yang semakin menganga karena akses komunikasi yang masih menggunakan teknologi standar pada infrastruktur yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

Sekarang yang bikin pusing adalah formulir isiannya … ah mungkin ini yang dinamakan “mencari emas pakai pemberat tenggelam ke sungai, jangan mati mudahan intan yang didapati

3 responses to this post.

  1. simbiosis mutualisme?

    bisaku:
    “Seharusnya demikian.
    Kalau dilihat dari formulir – mereka akan menyediakan tenaga ahli yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
    Cuma yang sudah ditekankan dalam proposal yang kami lampirkan juga, pihak kami dengan jujur dan polosnya bilang kalau tidak ada biaya untuk mendukung kegiatan mereka nanti disini😀
    Jadi kalaupun ada butuh biaya, mereka harus menyediakan juga – dari pihak penyelenggara KOV.
    Ah bingung juga, mesti lebih banyak nanya lagi nanti sama yang tahu.”

    Balas

  2. Suksess buat program-programnya😀

    bisaku:
    “semoga demikian, kalo enggak kapan majunya daerah ini😥 “

    Balas

  3. mudah2an lain kali gada lagi miscommuncation yah mas! jadi lebi siap kl terima kunjungan dan jadi semakin bermanfaat pertemuannya

    bisaku:
    “Benar, semoga ini jadi pelajaran buat nanti, untuk program yang mendatang …”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: