Ngajar Komputer Tanpa Komputer

Bisakah Anda membayangkan mengajarkan komputer kepada anak murid Anda, atau mungkin kepada saudara Anda, atau mungkin kepada anak Anda tanpa menggunakan komputer?

Coba Anda bayangkan saat harus menerangkan tentang internet, tentang jaringan komputer yang harus dipelajari oleh anak kuliah tingkat 2 setelah selesai mempelajari tentang dasar komputer, kepada anak-anak SMA yang tahu tentang komputer saja tidak. Bahkan untuk menerangkan apa itu harddisk atau disket, atau dari hal yang paling kecil saja, tentang bagaimana komputer membantu dalam pekerjaan keseharian kita maka kita harus main bayangkan dan renungkan bak belajar tentang ilmu sejarah peradaban manusia pada waktu dahulu kala.

Pemikiran tentang target pembelajaran yang paling kecil bagi saya, yaitu pencapaian strategis dari pembelajaran komputer, dimana hal tersebut adalah kemampuan mengoperasikan menjadi sangat sulit dicapai. Karena apa yang dipelajari tidak dapat – atau kalau ada yang nyoba – dicapai dengan cara yang efektif. Maksud dari efektif tersebut adalah suatu cara pembelajaran dengan tatap muka langsung di depan komputer dan langsung praktek. Bagaimana bisa dilakukan seperti itu kalau komputer saja mereka tidak tahu, dan kalaupun tahu mereka sama sekali tidak bisa mengoperasikannya. Lalu kalau dilihat dari judul artikel ini, Anda benar bahwa sarana berupa komputer memang belum siap digunakan.

Padahal sekarang ini dana yang dianggarkan dari APBD daerah lumayan tinggi. Bahkan untuk Dinas Pendidikan Nasional di tempat saya adalah peraih dana tertinggi nomor dua setelah Dinas Pekerjaan Umum. Hal yang luar biasa bila dibandingkan dengan pencapaian sampai saat ini yang masih berkutat pada pembangunan atau perbaikan gedung sekolah.

Saya bukannya pesimistis dengan pencapaian yang akan dicapai oleh para siswa saya. Tapi yang membuat saya tidak percaya sampai sekarang adalah bagaimana mereka di pusat menetapkan pencapaian target setiap mata pelajaran dengan target mereka di pusat tanpa mempertimbangkan dukungan sarana dan prasarana di daerah. Salah satu contoh yang paling kentara adalah permasalahan pelajaran tentang komputer yang di ajarkan dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Sekarang yang terjadi adalah ketidaktahuan saya tentang mau dibawa kemana anak didik saya ini selanjutnya. Karena saat ditanyakan kepada pihak terkait, mereka menjawab dengan jawaban yang anak kecil saja bisa tahu, dan dengan cara menjawab yang seenaknya: “Ajarkan apa adanya saja …” 👿

* elus dada sambil ngetik dan ngelihat ke arah anak murid yang lagi bingung diskusi tentang apa *

Untunglah mulai minggu depan laboratarium komputer telah siap, tapi saya tahu bahwa sebagian besar sekolah di Kalimantan Tengah guru komputernya pasti mengajar seperti yang pernah saya terapkan, coba bayangkan dan renungkan.

10 responses to this post.

  1. PERTAMAX!!!

    Balas

  2. KETIGAX, HETRRICKS!

    Balas

  3. yah menurut saya ga mungkin lah belajar komputer tanpa komputer! tapi disekolah saya juga komputer nyah 1 komputer buat 2 siswa. yang konek internet cuma 15 komputer, kecepatan koneksinya cuma 128kbps, humph, sucks banget!
    tapi apa mau dikata, lah wong saya emang sekolah disituh…

    bisaku:
    “Gila sampe hetrik segala:mrgreen:
    Tapi ditempatku sekarang gak ada internetnya bro, cuma komputer dan gak nyambung LAN lagi. Jadi materi buat kelas 3 lagi-lagi harus diakalin lagi😡 Ah andai gaji DPR itu dipotong dikit deh buat mereka-mereka ini🙄 Cuma mau gak yah”

    Balas

  4. skalian ach.. klimaxx!

    Balas

  5. Karena media yang terbatas, semoga tetap bisa mencapai hasil yang maksimal
    smangadddhhhh sobat
    *:mrgreen: *

    bisaku:
    “Andai dari tempat seperti ini bisa lahir kevin mithnick Indonesia👿
    Makasih bro atas dukungannya, ini tempat benar2 bikin tertantang lahir batin.
    Untung gak sampe bikin jantungan, impotensi serta gangguan janin:mrgreen:

    Balas

  6. Belajar komputer tanpa komputer, ibarat belajar sepeda tanpa sepeda.
    Atau makan ayam goreng dalam angan-angan😛

    bisaku:
    ”😥 andai ada yang mo bantu dengan donasi komputer …
    Kenyataan tentang masih banyaknya sekolah yang belum lengkap, tapi sudah dipaksa untuk mengamalkan ilmu TIK adalah sebuah pemaksaan sejati yang tidak berprikomputeran … “

    Balas

  7. Ndak bisa itu!!

    Bagaikan lauk tanpa sambal😀

    bisaku:
    “Itulah kenyataanya …😥 “

    Balas

  8. Posted by ali_jimy87 on Juli 21, 2013 at 11:39 am

    Lebih parah lagi disini banyak SMK yang membuka Program Keahlian Komputer, tapi tidak punya komputer. Kalaupun ada cuma sekedar ada paling 1 sampai 3 unit. Mau jadi apa mereka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: