Jangan Kalah dengan Perusahaan Sawit Malaysia!

Beberapa waktu lalu ada tiga perusahaan sawit Malaysia yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia melakukan marger. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Kumpulan Guthrie, Golden Hope Plantations, dan Sime Darby yang bergabung menjadi Sinergy Drive Berhard serta mengakuisisi eks perkebunan milik Salim Group senilai US$ 350 juta. Proses merger ini tentu saja akan meningkatkan daya saing perusahaan baru ini menjadi lebih kuat dengan luas lahan yang dikuasai di Indonesia mencapai 250 ribu hektar [2]. Bandingkan dengan luas lahan yang dimiliki oleh BUMN PT Perkebunan Nusantara yang menguasai 600 ribu hektar [1].


Tapi seharusnya kita jangan berbangga lebih dahulu karena dari beberapa sumber ada, terdapat kabar bahwa luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki atau disponsori oleh pihak perusahaan Malaysia mencapai 30% dari total luas lahan kebun kelapa sawit yang ada di Indonesia. Walaupun dari sumber terkait tercatat bahwa perusahaan Malaysia dipastikan menguasai 6,94% dari total luas 6,07 juta hektar atau sekitar 422.000 hektar [2].

Penyebab nilai 30% tersebut dikarenakan para investor Malaysia kemungkinan melakukan pembelian lahan kelapa sawit dibawah tangan, atau melakukan sponsorship, dimana pembelian tersebut tidak tercatat – atau memang sengaja tidak dicatat – pada lembaga-lembaga terkait.

Hal ini tentu saja sangat menguatirkan mengingat ekspansi tersebut disertai dengan strategi perusahaan Malaysia yang berusaha agar Indonesia hanya menjadi pengolah CPO saja, tidak sampai pemurnian CPO ataupun mengolah CPO menjadi biodisel [3]. Padahal kecenderungan akan permintaan biodisel dan produk makanan terlihat semakin meningkat pada saat ini dan tentu saja bahan baku nilainya lebih rendah daripada hasil akhir setelah bahan baku diproses.

Agar hal tersebut bisa dicapai tentu saja harus segera dilakukan berbagai kebijakan yang komprehensif dan menyeluruh agar kondisi di lapangan bisa mendukung industri kelapa sawit yang dimiliki oleh pihak Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan marger seperti yang dilakukan oleh Malaysia.

Tentunya kita harapkan agar industri kelapa sawit yang dimiliki Indonesia tidak sekedar menjadi follower dari industri yang dimiliki oleh Malaysia sehingga nilai tambah yang didapatkan oleh Indonesia akan semakin besar. Karena dengan menjadikan basis perusahaan sawit Indonesia bukan hanya menjadi pengolah CPO akan menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi negara penghasil bahan mentah, tapi juga penghasil produk akhir dari pengolahan kelapa sawit.

Ingat, jangan sampai kejadian masa lampau terhadap hasil rotan kita terjadi lagi pada kelapa sawit ini.

Referensi:
[1] tempo interaktif
[2] http://www.lpp.ac.id/berita_detail.php?act=view&id=300
[3] http://www.ipard.com/art_perkebun/Jun18-07_bd.asp

9 responses to this post.

  1. Wah-wah, adalagi kekayaan negeri ini yang siap diambil orang luar…
    Anak cucu saya nanti kebagian apa?

    *ngga siap ngebayagin..mending ngeloyor pulang..

    bisaku:
    “Lagi-lagi tentang kesalahan dalam kebijakan. Sepertinya ini terus terulang dan terulang lagi, mirip dengan lingkaran setan yang tak berujung. Sepertinya orang-orang diatas itu harus diganti sama kita pak ya🙂 “

    Balas

  2. waduh….terus gimana donk ?? suruh merger juga deh buruan. halah

    bisaku:
    “Semakin besar semakin kuat daya saing, itu yang dikatakan sama benggawan ekonomi saya *halah* …
    cuma kalau tidak didukung dengan kebijakan tentang perlindungan asset daerah – misalnya kalo ada; oi DPR – atau UU pertanahan, hal seperti ini akan terus terjadi dan puncaknya? Tebak deh …”

    Balas

  3. Posted by anak sawit on Juni 16, 2008 at 8:44 pm

    bagaimana indonesia ini?
    daripada diberikan pada malaysia, lebih baik bagikan untuk rakyat sekitar.
    mana kinerja deptan, dephut, bpn, bursa saham?
    makanya buat peraturan yang baik dan benar. jangan menyesangsarakan rakyat.
    jangan sampai anda menyesal karena membiarkan hal ini
    hati-hati bagi pemerintah, jika rakyat sudah bosan anda akan tau sendiri akibatnya.

    bisaku:
    Gitu deh Bang kenyataanya …

    Balas

  4. Jual Pupuk Alam Guano Phosphate, kadar P2O5 (phosphat) 20% up, langsung dari produsen, harga Rp1.200,- per kg franco Yogyakarta, murah dan berkualitas, kemasan karung, jumlah rutin banyak per bulan. Bila berminat untuk membeli silahkan email priyadibambang@gmail.com atau telp/sms 08158967729 – 0274418536.

    Balas

  5. kita mesti waspada dan harus hati2 telah banyak yang terjadi, jangan sampai lahan sawit perusahaan malaysia yang ada di indonesia nanti mereka klaim sebagai lahan mereka, karena malaysia itu adalah bangsa yang tidak tahu berterimakasih

    bisaku:
    “Ini adalah komentar pribadi dari saudara Alwan, pembaca harap membacanya dengan sudut pandang seorang Alwan …
    Semoga pemerintah cepat mempelajari pola yang kita miliki dalam mengatur industri yang berpotensi besar untuk menyumbangkan devisa bagi negara. Bukan hanya kelapa sawit, kalau kita berpikir sehat, dari berbagai sumber bagaimana mungkin kurang lebih 70% hasil batubara di eskpor sedangkan PLN sering memadamkan lampu karena defisit batubara?”

    Balas

  6. Posted by desy on Maret 24, 2009 at 8:47 am

    kita harus tetap optimis dan bahwa persaingan itu biasa makanya ada pasar global..dan bagi yang berminat saya mau jual lahan buat sawit nih sekitar 10000 Hektar untuk wilayah kalimantan barat..atau mau beli pasir kuarsa boleh hub saya, berminat hub saya 08121507407…makasih…

    Balas

  7. Saya masduki di Jambi, apabila Anda atau rekan Anda akan membuka perkebunan kelapa sawit di Jambi, kebetulan ada 10 PT yang akan di-take over lahan kosong yang diperuntukkan kebun sawit dan sudah ada izin prinsip, lokasi dan IUP dari Bupati setempat. Luas keseluruhan 104.500 Ha yang tersebar di 3 Kabupaten di Provinsi Jambi (Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Muaro Jambi). Apabila berminat hub 081373212009

    Balas

  8. Posted by kamal on Juni 9, 2011 at 10:56 am

    mahu bagi lahan itu pada bangsamu di indo nesia,pasti bakalan jadi seperti PREPORT.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: