Interpelasi Kasus BLBI – GAK yakin AKU!

Saya melihat upaya itu hanya sebagai kepura-puraan DPR RI merespon desakan kencang masyarakat. Jadi, menurut saya persoalan BLBI ini jelas tidak akan selesai di DPR RI,” tandas Kwik Kian Gie – seperti yang saya kutip dari Antara.com saat merespon rencana interpelasi yang digagas oleh beberapa anggota DPR RI atas kasus BLBI.

Sebagai sebuah kilas balik bagi kita semua bahwa BLBI atau Bantuan Likuiditas Bank Indonesia adalah sebuah bantuan kepada bank-bank yang pada waktu krisis moneter di tahun 1997 mengalami kesulitan saat menghadapi penarikan uang (rush) dari nasabah yang panik. Sehingga dikeluarkanlah kebijakan tersebut yang diperuntukkan untuk bank dengan besaran yang sesuai dengan besarnya dana pihak ke tiga yang dikelola oleh bank tersebut.

Tentu saja dana tersebut harus dikembalikan oleh pihak bank, karena notabene dana tersebut merupakan uang rakyat Indonesia dan pada dasarnya merupakan pinjaman dari BI dan disetujui oleh Presiden RI sebagai ketua dewan moneter. Bantuan ini – seperti yang dicatat dalam sejarah – berhasil membantu bank untuk mengembalikan dana nasabah yang besarnya mencapai 600 triliun lebih.

Namun sampai saat ini permasalahan yang terjadi adalah kurang jelasnya pengembalian dana BLBI tersebut dengan para obligor nakalnya yang masih berkeliaran dengan bebas, serta pemerintah dan DPR yang nampaknya tidak berdaya menangkap lalu memaksa mereka untuk melunasi pinjamannya.

Padahal secara kasat mata, menurut saya pinjaman yang ada tersebut logikanya pasti tercatat besaran dan siapa saja orang yang bertanggung jawab saat pinjaman dilakukan, baik itu secara kelembagaan maupun personal. Namun persoalan yang ada dibelakang layar tentunya tidak semudah itu ditambah lagi dengan ketidakpastian hukum yang sudah menjadi rahasia umum di negeri ini.

Selain itu, dana BLBI yang sekarang ini entah sudah berwujud apa, tentu akan menjadi perangsang bagi siapa saja yang lemah imannya, baik itu pemerintah maupun DPR.

Kemudian tibalah disaat ini, saat penyelesaian kasus ini memasuki babak baru ketika para anggota DPR RI merencanakan untuk melaksanakan interpelasi kepada pemerintah mengenai kasus BLBI. Permasalahannya, apabila kita berkaca dari berbagai kasus interpolasi yang selama ini dilakukan oleh DPR RI yang tidak jelas, menurut saya pernyataan Kwik Kian Gie diatas sudah mencerminkan apa yang nantinya bakal terjadi.

Semoga saja tidak demikian.

Sumber:

2 responses to this post.

  1. Mana ada yang percaya sama anggota dewan zaman sekarang. Semua kasus yang masuk ke sana akhirnya selesai juga secara diam2. lihat soal kasus dukungan RI atas rencana AS menginvasi Iran tempo hari??? sekarang ga jelas lagi… Salut buat Pak Kwik.. dari dulu beliau sudah menyuarakan ketimpangan2 kita tapi tak ada yang peduli..
    Salam

    bisaku:
    “Pak Kwik ahli ekonomi kenamaan dengan kebanggaan sebagai orang Indonesia tanpa takut menghilangkan identitas ke-tionghoa-annya. Saya mengharapkan ada Pak Kwik lainnya yang tampil.
    Kalau tidak salah ada tokoh lain macam pa Lin Che Wei (moga gak salah nulisnya), yang juga kritis dan sangat cermat dalam setiap pendapatnya.

    Terkait dengan interpolasi, pada bagian akhir saya nulis ‘ … semoga …’ yang berarti masih ada sedikit harapan saya ditengah ketidakpastian kasus yang telah menghabiskan begitu banyak dana ini.

    Semoga …”

    Balas

  2. hikmah dibalik krisis moneter yang terjadi,
    bahwa dunia perbankan begitu rapuhnya baru kita sadari,
    Begitu juga dengan BLBI,
    Kembali kebodohan terjadi lagi,

    bisaku:
    “Orang Indonesia memang pandai mengambil hikmah🙂
    Memang begitu rapuhnya kondisi kita adalah kenyataan yang akhirnya tersingkap. Seharusnya kalau bisa disingkapi dengna baik, kita bisa mencari tahu bagian mana sebenarnya yang rapuh dan harus diperbaharui kalo bisa diganti. Tapi sayangnya, hal tersebut terlalu banyak😥 “

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: