Cinta, Matematika dan esensinya?

Kalau manusia mengenal cinta, maka manusia pun mengenal derita.
Kalau saja manusia tidak mengenal derita, maka manusia tidak mengenal cinta.
Karena pertanyaannya adalah bagaimana manusia bisa memahami akan rasa sakit, bila dia tidak pernah merasakan sakit? bagaimana dia akan merasakan cinta, bila dia sendiri tidak tahu apa itu cinta.

Lalu pertanyaannya akan berlanjut kepada sebuah pencarian tentang definisi dari cinta itu sendiri. Apa itu cinta? Bagaimana cinta itu masuk dan mempengaruhi hidup dari si pencari cinta? atau bagaimana cinta itu mempengaruhi dunianya? Lalu …


Apa cinta itu bisa ditulis seperti sebuah rumus persamaan furier yang sepanjang itu dan serumit itu pembuktikannya? Atau cinta itu sendiri, semudah mencari penyelesaian persamaan dengan satu variabel, cukup melihat apa tanda bilangannya, lalu diubah konstantanya dengan nilai sembarang?

Kalau benar bahwa cinta itu adalah sesuatu yang bisa dirumuskan, lalu kapan kita menggunakannya? apakah disaat kita mendapatkan persamaan rumit pencarian integral tiga sampai n-1 variabel?

Ataukah cinta itu memang serumit itu, sehingga Matematika Analisis sebanyak 3 semester pun takkan habis membahasnya. Ataukah kita memang harus menggunakan banyak rumusan pendekatan berdasar permutasi bilangan dan kombinasi???

Well, kalau anda menganggap cinta itu serumit itu, maka cintapun akan menjadi sebegitu rumit bagimu.

Seorang teman pernah berkata kepada saya, disore yang indah, disaat langit berwarna kemerahan, di tengah laut yang tenang di laut Jawa. Kalau kamu merasakan adanya debaran dihati, lalu ingin cepat segera bertemu, kemudian disaat kamu merasakan keinginan untuk bunuh diri saat tidak berjumpa dengannya, dan disaat kamu merasakan nasi basi itu enak, seenah makan pizza saat kamu memikirkannya, disaat kamu melihat tai ayam itu seperti zamrud hijau kehitaman, disaat kamu membayangkan matanya, dan disaat itu ada keinginan yang besar untuk berkorban tanpa meminta pamrih sedikitpun untuknya, maka kamu bisa dikatakan jatuh cinta.

Tapi kalau demikian, apa sebegitu sederhananya cinta itu??? Well, seorang teman lagi-lagi berkata kepada saya, jika kamu pernah melihat pasanganmu dalam dandanan terjeleknya, tapi kau masih suka melihatnya, jika kau melihat pasanganmu marah, dan kau masih senang dengannya, jika kau melihat pasanganmu tertawa dengan konyolnya, dan kau masih selalu merindukannya, jika kau masih teringat dengan segala kekurangannya, dan kau masih selalu ingin mengingatnya, maka kau bisa dikatakan jatuh cinta dengannya.

Oke, jadi apa sebenarnya essensi dari cinta ??? entahlah, yang pasti disaat kamu tidak menginginkannya, maka dia akan datang kepadamu, membuatmu tidak dapat tidur, tidak dapat makan enak, tidak dapat terpejam, tidak dapat apa apa. Namun terkadang, disaat kamu menginginkannya, dia akan berlaku kejam. Bahkan terkadang teramat kejam hingga membuat kau tidak ingin berurusan dengannya lagi.

*sorry posting ngawur🙂 – kabur*

14 responses to this post.

  1. FERTAMAxxX!!!

    Balas

  2. Cinta itu kejam bagi saya yang dihianati oleh cinta… Cinta itu sakit!
    Persetan dengan cinta!!!

    “bisaku:
    Tanpa cinta hidup jadi hampa”

    Balas

  3. Skalian hetrrix ah…:mrgreen:

    bisaku:
    “Four-trix juga bisa *halah*😀 “

    Balas

  4. cinta dan matematika??ad hubungannya juga sih, kl cinta itu butuh pengorbanan, butuh duit, trus tipa pengeluarannya itu dihitung pake rumus2 matematika, gt kan??
    *mekso.com*

    Bisaku:
    “Namanya juga posting ngawur, maklum pas lagi kumat jadi keluar sifat aslinya🙂 lagian kata seorang filusuf – tak ada yang tak mungkin dirumuskan didalam dunia ini😀 “

    Balas

  5. Posted by kanghawi on Januari 20, 2008 at 12:52 pm

    Cinca oh cinca dimanya cau beraja

    bisaku:
    “Ada di ufuk senja, maklum pas dicari dirinya tak ada …
    Oh … cinta😉 “

    Balas

  6. lha bedanya dengan tergila-gila apa dong? kena ilmu pelet gitu lahh…:mrgreen:

    bisaku:
    “Sepertinya pernah melet neh😀 “

    Balas

  7. keknya lagi jatuh cinta nih
    *:mrgreen: *
    *siul-siul*

    bisaku:
    “Kayak gak pernah jadi muda aja *halah*😉
    *bisaku masih muda loh🙂 “

    Balas

  8. […] kalau Anda ingin mengetahui tentang pemikiran lainnya dari tulisanku yang dahulu disini, tentang cinta, matematika dan esensinya […]

    Balas

  9. cinta adalah matematika
    adakah berbeda antara keduanya?

    Balas

  10. Posted by Asep Miftahudin on Agustus 2, 2008 at 9:04 am

    Cinta bikin sakit, tapi sakit yang nikmat. Tanpa pernah jatuh cinta, takan bisa merasakan hidup yang sebenarnya.Kenapa harus jatuh cinta? Tidak harus! Cinta tak usah dicari karena takan ketemu, tapi takan bisa dihindari kalau dia datang padamu. Karena dia memiliki navigasi dan peta yang dahsyat!

    bisaku:
    “Bagi yang belum bisa mendapatkannya? Bersabar saja karena dia pasti akan datang”

    Balas

  11. C=Cosinus
    I=Integral
    N=Numeric
    T=Topologi
    A=Aritmatika

    Admin-nya cinta sama CINTA di atas ga?he3x.
    Salam kenal ya

    Balas

  12. serumit2na matematika ‘mgkn’ msh bs drumuskan,
    tp kykna ga da dehh rumus bwt mhilangkan cinta n melupakanna..
    kalo ad yg tw rumusna ksh tw aq dunkz..

    Balas

    • Posted by zaky on Januari 28, 2010 at 12:01 pm

      ada, katanya siapaga’ ada. ni rumusnya 2×3=6.artinya kalau kamu brtengkar dengan psangan kamu 2x maka itu artinya kamu telah melakukan pertengkaran dengan pasangan kamu sudah 6x….he3x

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: