Orang Indonesia Banyak Yg Masuk Neraka?

Bukan membicarakan AGAMA!

Kalau Anda berpikir bahwa judul blog kali ini dikarenakan isinya berbicara mengenai perbandingan Agama, Anda SALAH BESAR karena saya paling membenci tema blog yang seperti itu – saya paling membencinya.

Kalau Anda pikir saya adalah salah satu dari agen mata-mata dari luar semisal agen CIA, MOSSAD, FBI, atau mungkin agen Malaysia yang bertujuan untuk menjatuhkan orang Indonesia, Anda juga SALAH BESAR karena saya ini 100% orang Indonesia yang cinta mati Negara ini walau tidak hapal lagu rasa sayange seperti yang orang Malaysia lakukan, main angklung atau beli batik yang mahal – cuma memang saya tidak punya SKBRI.

Kalau Anda pikir saya ini orang yang setengah normal sehingga berani menulis seperti ini maka mungkin saja Anda sedikit mendekati kebenaran🙂 Tapi jangan Anda berpikir saya 100% gila, karena saya tidak akan bisa menulis ini dengan benar kalau saya benar-benar gila.

Saya berani mengatakan demikian karena ini berkaitan dengan profesi saya sebagai seorang yang berkecimpung di dunia komputer. Namun jangan kuatir karena saya menambahkan tanda tanya diatas dikarenakan saya juga masih ragu, apakah karena hal berikut ini kita benar-benar bisa masuk neraka😉.

Tahukah Anda bahwa 88% (2003) produk software yang digunakan di Indonesia dan sering kita gunakan sehari-hari adalah produk bajakan, illegal atau tidak memiliki dokumen resmi? Padahal berdasar UU tentang hak dan kekayaan intelektual (HAKI) hal tersebut sangat dilarang dan hukumannya sangat berat dengan denda hingga mencapai ratusan juta rupiah. Nah beberapa orang aktivis HAKI di negeri ini mengatakan bahwa menggunakan produk bajakan adalah sama dengan mencuri sehingga hukumnya haram untuk dilakukan. Akibatnya kalau kita menggunakan produk bajakan, bayarannya adalah masuk penjara dan parahnya, secara logika karena itu dianalogikan sama dengan perbuatan mencuri maka kita bisa masuk neraka!

Anda bisa bayangkan dong, jangan-jangan Pendeta saya yang sering make komputer dengan software bajakan untuk membuat bahan renungan kebaktian tiap hari minggu juga bisa lolos dari jeratan hukum dan masuk neraka? (Anda pikir sendiri deh :-D  )

Kalau sudah sampai sejauh ini perkembangan di Indonesia, ditambah lagi berbagai macam krisis dengan harga bahan pokok yang semakin mahal dan pendapatan yang tidak bertambah tinggi, mungkinkah kita mampu membeli software dengan harga yang sedemikian mahalnya. Akibatnya muncul sebuah pertanyaan: “apakah bangsa Indonesia akan benar-benar banyak yang pasti masuk neraka?

Silahkan tanya pada rumput yang bergoyang🙂 …

Referensi:

4 responses to this post.

  1. *😦 *
    kelihatannya saya juga akan ikut ngantri
    “wiii syeremmm”

    Serba susah memang jadi orang Indonesia …😦

    Balas

  2. Sy gk takut.Abis drpd beli software asli yg HARI gini beli yg ratusan ribu cm sekali pake??? Berapa puluh atau ratus software bajakan tersedia. Tapi emang betul SOFTWARE BAJAKAN ITU DILARANG krn MERUGIKAN NEGARA.. TAPI KORUPTOR LEBIH MERUGIKAN.. Pikir sendiri deh .

    bisaku:
    “Lebih baik mengurangi satu dibandingkan tidak sama sekali:mrgreen:

    Balas

  3. Mungkin pendeta anda itu belum paham soal legalitas. Ga nyadar kalau windows itu dibuat untuk dijual, cari duit. Belum tahu kalau ada linux yang boleh dipakai dan dikembangkan sesukanya tanpa harus bayar (klo ga salah ada juga ubuntu christian edition).

    Konon, kalo ga tau ya emang ga dosa kan? ya ga ada neraka untuk mereka dong. hehe. Tapi.. Setahu saya sih hukum alam ga punya toleransi terhadap ignorance.

    Yang parah itu kalau kelakuannya… seperti orang-orang tua dan para guru disekitar saya, punya sejuta alasan untuk terus melakukan pencurian, mulai dari alesan otaknya udah terlalu lemot lah ga mampu belajar linux, rejekinya terlalu seret lah, dan yang paling parah malah bangga karena yang korban pencurian itu adalah orang2 yang dianggap sudah terlalu kaya. ups.. kok jadi numpang ngeblog, hehe. maaf.

    bisaku:
    “Memang membingungkan masalah seperti ini, tapi selama harganya dan tingkat standar kualitas hidup kita masih rendah? Ah, dunia … dunia …
    Gpp, sering-seringlah numpang ngeblog hehehe…:mrgreen:

    Balas

  4. Posted by erwin on Juli 16, 2009 at 3:25 pm

    semua tergantung dari sudut mana kita memandang broo…contohnya…. kalo yg menggunakan menganggap itu sebagai convers dari penjajahan ekonomi yg dilakukan negara2 imprealism-liberalism sebagaimana yg dilakukan mahatma gandhi so…lain lagi bagi para penganut sufisme yg mengangggap semua karunia Tuhan…termasuk budaya, seni,iptek adalah rahmat bagi seluruh alam/umat…jadi dosanya dimana ya….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: