APA Anda Mau ABORSI?

Saya tidak memberi penilaian tentang Anda atas pertanyaan tersebut, tapi coba dulu Anda masuk ke BLOG INI yang ditambah pula dengan gambar yang benar-benar akan memberikan gambar (foto) nyata tentang hasil dari praktek aborsi, suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada anak titipan Tuhan pada rahim Anda saat ini – sesaat setelah Anda melakukan aborsi.

Aborsi bisa dibilang merupakan salah satu bentuk pembunuhan yang paling kejam (Anda sudah lihat link diatas bukan?). Kenapa? Karena saat seorang manusia tersebut baru menapaki tahap fase kehidupan pertamanya, walau baru berbentuk sebongkah daging kecil ternyata sudah dibunuh tanpa ampun oleh (ironisnya) orang tuanya sendiri. Tentu saja ini tidak termasuk untuk aborsi yang dilakukan memang karena keselamatan si Ibu atau adanya faktor-faktor lainnya seperti penyakit dsb.

Biasanya alasan yang diajukan oleh pasangan yang melakukan aborsi misalnya:

  • Takut terganggu karirnya
  • Tidak ingin aib keluarga keluar
  • Merasa terlalu muda
  • Belum siap
  • Takut dengan orang tua


Sehingga dari semua alasan yang ada, ternyata hanya sebagian kecil alasan yang didasarkan pada kasus semacam perkosaan, incest (hubungan sedarah), dan dari semua alasan yang dibuat ternyata sebagian besar alasan yang dikemukakan oleh yang ingin melakukan atau yang sudah melakukan aborsi bersifat demi kepentingan mereka sendiri.

Kalau Anda atau ada Teman Anda ingin Melakukannya …

Kalau ini yang terjadi pada diri Anda dan Anda ingin melakukan hal tersebut, maka saya menyarankan agar Anda seharusnya segera memiliki pengetahuan yang cukup tentang apa resiko dan implikasi dari aborsi. Namun apabila Anda mengetahui teman, sahabat atau keluarga Anda ingin melakukannya – segera beritahukan dia tentang bahaya dan implikasi bagi kehidupannya kelak. Karena dari sebagian kasus yang terjadi, bahaya terjadi justru setelah praktek tersebut dilakukan seperti pendaharahan hebat akibat rusaknya rahim, trauma fisik, rasa bersalah luar biasa, tidak dapat mempercayai seseorang (lawan jenis), kehilangan harga diri, kematian secara lambat akibat infeksi pada rahim, sampai adanya kemungkinan pada beberapa kasus untuk melakukan bunuh diri.

Apabila Anda belum melakukannya maka saya sarankan agar Anda bukannya mencari buku, literatur atau cara-cara aborsi, tapi carilah segera referensi yang memaparkan tentang bahaya dan akibat praktek ini bagi Anda dan keluarga Anda – serta bagaimana Anda bisa mendapatkan seseorang yang mampu membantu Anda pada saat ini. Atau lebih saya sarankan lagi untuk bergabung dengan beberapa komunitas di internet yang mampu mensupport Anda untuk menghindari praktek tersebut, bahkan saya tahu ada situs yang pengelolanya bahkan menawarkan bantuan sampai ke proses kelahiran bayi tanpa harus Aborsi.

Dalil AGAMA …

MUSLIM …

Tidak ada kehamilan yang merupakan “kecelakaan” atau kebetulan. Setiap janin yang terbentuk adalah merupakan rencana Allah.
“Selanjutnya Kami dudukan janin itu dalam rahim menurut kehendak Kami selama umur kandungan. Kemudian kami keluarkan kamu dari rahim ibumu sebagai bayi.” (QS 22:5)

KRISTEN

Jangan pernah berpikir bahwa janin dalam kandungan itu belum memiliki nyawa.
Kej 16:11 dan Kej 25:21-26 ~ Selanjutnya kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. ~ Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; Tuhan mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: “Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?” Dan ia pergi meminta petunjuk kepada Tuhan. Firman Tuhan kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau. Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.

Untuk lebih lengkapnya tentang bahaya dan kemungkinan bantuan bagi kasus Anda maka saya akan sarankan Anda ke situs http://www.aborsi.org. Disini ada banyak informasi dan berbagai artikel tentang Aborsi, dan saya sangat sarankan AGAR ANDA TIDAK MELAKUKANNYA.

29 responses to this post.

  1. Posted by Yudhi Arie Baskoro on Januari 16, 2008 at 2:34 pm

    STOP Aborsi sekarang juga🙂
    lakukan kampanye budaya anti aborsi, demi Tuhan sadarkanlah mereka semua.

    Balas

  2. Saya malah berencana bikin baner atau gambar kecil yang mengkampanyekan anti aborsi.

    Jangan lakukan ITU !!!! Kalau saat ini Anda masih ingin melakukannya, segera hubungi conselor ANDA, pendeta, ustad, atau siapa saja yang bisa Anda percaya.

    Balas

  3. YUPP!! STOP ABORSI SEKARANG JUGA!!!

    *kalo bannernya udah jadi,, kasih tau ya,, numpang COPAS*

    bisaku:
    “Oke deh, kalo dah jadi😉
    atau ada yang sudah bikin … “

    Balas

  4. Posted by ajik on Februari 1, 2008 at 1:35 pm

    tmnq ada yg dah pernah aborsi,,,pdhal dy bner2 sayang ma bayiny,,,dy nyesel bgt… skrg yg tw rahasianya cm aq n mantan kekasihnya yg gak laen adl bpk si bayiny,,,

    dy ngrasa g pny harga diri lagi n dah putus asa nyari jodoh (pdhal dy cantik lho)…
    bahkan klo dy lg kangen ma bayinya dy sering nyayat2 tangannya,,,pkokny ngeri deh,,,

    mg2 itu plajaran bwt xan yg lg pacaran, jgn ngesex sblm nikah n stop aborsi!!!

    bisaku:
    “Makasih mas, sharing yang berguna sekali bagi para pembaca sekalian , dan bagi saya …”

    Balas

  5. Posted by rere on Maret 28, 2008 at 10:18 am

    sebenernya klo emang g mau jangan di lakukan dunk…..kita sebagai wanita melakukan aborsi itu banyak ruginya .ex,dosa,trusss dapat merusak sistem reproduksi wanita,yag jlas KESALAHAN TERBESAR WANITA ADALAH MEMPERCAYAI CINTA PALSU PRIA !!!!!!

    Balas

  6. Posted by wIe.... on Maret 28, 2008 at 10:26 am

    SSSSSTTTTTTTOOOOOOOPPPPPPPP!!!!!!!!!!!!!! AAABBOORRSSSIIII…………to cum abisa ngancurin masa depan looo jaaa..dan yang udah pernah ABORSI YANG RUGI CUMA loo sebagai cewek sedang kan cow loo dapet enak nya doooaaannnkkkk……

    Balas

  7. Posted by erin on April 2, 2008 at 6:23 pm

    gak setuju, itu bukan tindakan yg bertanggung jawab, merendahkan keluruhannya sbg manusia.. tp semua keputusan kan ada ditangan “manusia2 itu”, opini gue jarang di denger, ujung2nya nekat! Susah kalo bukan karna kesadaran moral sendiri.. hati nuranilah yg berperan😉

    Balas

  8. Posted by swita on April 11, 2008 at 6:24 pm

    aq trpksa hrs aborsi .. yah,krn gk da yg ndukung khamilan q..
    blum sih,msh rncna. tpi smua ini bkn krna aq mau ,, bkn krna aq sanggup. tp krna aq hrus .. laki2 itu mo brtnggung jwb,tpi smpe skrg dia gk prnh melakukan tindakan apa pun. krna dya skg sdang jtuh cnta sm prempuan lain.. aq hancur dan hati q skit. itu yg mmbuat aq berat mmpertahankannya .. apa lagi papa q,harga diri itu di byr sm nyawa .. aq gk tau hrus gmn lgi ..

    Balas

  9. Posted by sidik on Juni 5, 2008 at 5:02 pm

    Di Indonesia perlu adanya Sex education agar pengertian dan bahaya dampak aborsi dapat meluas, sehingga masyarakat kita akan menghargai makna kehidupan.

    Balas

  10. Posted by dian on Juni 5, 2008 at 5:07 pm

    Remaja putri perlu dan wajib mengetahui dampak fisik dan psikologi pasca aborsi. Aborsi merupakan tindak keji dan sangat bertentangan dengan agama dan moral. Pengertian tentang aborsi harus diberikan selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya agar tidak miss comunication antara sumber berita yang satu dengan yang lain.

    Balas

  11. Assalamualikum warahmatullah wabarakatuh

    Referensi tambahan
    http://ilmuislam.net/index.php/Fiqih-dan-Ushul-Fiqh/Aborsi-dalam-Analisa-Fiqih-Islam.html

    Semoga bermanfaat , jazakumullah khair

    Wassalam

    Balas

  12. Posted by karn singh on Agustus 8, 2008 at 8:58 pm

    Apakah wanita mempunyai hak untuk mengaborsi kehamilan yang tidak diinginkan? Apakah beberapa aborsi diizinkan dan lainnya tidak? Apakah status legal yang benar dari aborsi langsung mengikuti status moral? Atau apakah aborsi dianggap legal, walaupun kadang selalu salah secara moral?

    Beberapa pertanyaan menimbulkan perdebatan dalam dua dekade terakhir. Menariknya, di negara-negara industri, aborsi bukan merupakan tidakan kriminal, sampai adanya serangkaian hukum-hukum anti aborsi sepanjang pertengahan abad 19. Pada saat itu, para pendukung larangan aborsi secara umum menekankan bahaya medis dari aborsi. Mereka juga kadang–kadang mempertentangkan bahwa fetus merupakan manusia sejak terjadinya konsepsi. Aborsi yang disengaja adalah suatu bentuk dari pembunuhan. Sekarang, dengan kemajuan teknologi, telah membuat aborsi yang dilakukan secara benar lebih aman dari pada melahirkan bayi. Argumentasi medis telah kehilangan apa yang dulu ditekankan, bahwa aborsi membahayakan secara medis. Konsekuensinya, fokus pada argumentasi anti aborsi telah beralih dari keselamatan fisik wanita ke nilai dari kehidupan janin.

    Pendukung hak wanita yang telah memilih aborsi telah menanggapi argumentasi anti aborsi dalam beberapa cara:
    • Aborsi harus diizinkan, karena larangan aborsi membawa pada konsekuensi yang tidak diinginkanyang sangat besar.
    • Wanita mempunyai hak moral untuk memilih aborsi.
    • Janin belum lagi merupakan manusia, jadi belum mempunyai hak yang kuat untuk hidup.

    ARGUMENTASI KONSEKUENSI UNTUK ABORSI

    Bila tindakan-tindakan dievaluasi secara moral dari konsekuensinya, maka kasus yang kuat dapat dibuat bahwa larangan aborsi itu salah. Sepanjang sejarah, wanita telah membayar harga yang mahal atas tidak adanya keamanan kontrasepsi legal dan aborsi. Terpaksa untuk melahirkan anak-anak, dalam jarak waktu yang sangat pendek, mereka sering mengalami penurunan secara fisik dan mati muda. Hal ini merupakan hal yang umum pada masyarakat pra abad 20, dan kebanyakan masyarakat didunia ketiga saat ini. Kelahiran yang tidak diinginkan meningkatkan kemiskinan, kematian bayi dan anak-anak, dan menimbulkan ketegangan sumber penghasilanpada keluarga maupun negara.

    Pendapat yang setuju pada tindakan aborsi:
    • Kontrasepsi tidak 100% efektif.
    • Banyak wanita kekurangan akses untuk kontrasepsi karena tidak ada biaya, tidak tersedianya fasilitas tersebut ditempat tinggalnya, tidak dapat diberikan tanpa izin orang tua.
    • Untuk wanita yang harus bekerja, harus mempertimbangkan dari segi pendidikan, yang kadang-kadang menjadi suatu kesulitan bagi mereka bila harus melahirkan.
    • Aborsi dan kontrasepsi tidak menjamin otonomi reproduksi, karena banyak orang tidak sanggup bila harus membesarkan banyak anak, kelahiran yang tidak diinginkan.
    • Aborsi juga demi untuk mempertimbangkan tidak hanya untuk wanita, tetapi juga untuk kehidupan sosial yang lebih besar dan system biologis dimana kita semua tergantung padanya. Memberi metode-metode kontrsepsi yang inadekuat dan kurangnya akses universal pada kontrasepsi, mencegah cepatnya pertumbuhan penduduk secara umum. Merupakan penyebab dilakukannya aborsi.
    • Pertumbuhan penduduk yang tinggi juga menyebabkan terjadinya malnutrisi dan kelaparan, distribusi makanan yang tidak merata
    • Erosi tanah dan perubahan suhu udara menghancurkan hutan dan membakar fosil bahan bakar, mengancam kapasitas bumi untuk produksi makanan. Hal ini mungkin secara drastic terjadi untuk generasi berikutnya.
    Pendapat yang tidak setuju pada tindakan aborsi:
    • Aborsi lebih disebabkan akibat tingkah laku sexual yang diinginkan. Para anti aborsi berpendapat bahwa wanita yang melakukan aborsi, disebabkan mereka menolak tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka sesndiri. Dalam pandangan mereka, wanita harus menghindari intercourse heterosexual, kecuali mereka telah menyiapkan segala akibat kehamilan.
    • Heterosexual intercourse bukan kepentingan secara biologis untuk wanita, laki-laki atau kesehatan secara fisik. Secara kontras, wanita yang membujang atau homosexual, kurang mudah terserang kanker rahim, AIDS dan berbagai penyakit sexual lainnya.
    • Tidak merupakan keharusan bahwa sex itu perlu untuk kesehatan psikologis baik untuk pria maupun wanita, walaupun belief yang berlawanan sangat menyebar luas.

    ABORSI DAN HAK-HAK WANITA

    Hak-hak moral yang paling mendasar adalah yang dimiliki setiap manusia, yang berbeda dengan hak-hak yang tergantung pada situasi tertentu, mis: janji-janji atau kontrak-kontrak legal. Hak moral paling mendasar dari manusia adalah hak untuk hidup, kebebasan, pencerminan diri, bebas dari penderitaan karena kecelakaan tubuh. Hidup wanita terancam paling tidak 2 dalam hal ini : Bila aborsi dianggap illegal, maka wanita sering mencari aborsi illegal yang tidak aman. WHO mengestimasikan lebih dari 200.000 wanita meninggal akibat aborsi illegal ini setiap tahunnya. Banyak yang lainnya meninggal akibat melahirkan yang tidak diharapkan, dimana tidak terdapat aborsi, atau karena mereka berada dalam tekanan untuk tidak melakukan aborsi. Tentu saja, melahirkan dalam keadaan yang diharapkan juga melibatkan beberapa resiko kematian, tetapi dalam hal ini tidak ada paksaan, tidak ada pelanggaran terhadap hak wanita untuk hidup.

    Penyangkalan pada aborsi juga melanggar hak-hak wanita akan kebebasan, pencerminan diri, integritas fisik. Terpaksa melahirkan anak tidak saja menyusahkan, tetapi juga mencakup hal-hal sebagai berikut:
    • Kehamilan adalah hal yang sulit dan penuh resiko.
    • Kehamilan yang tidak diharapkan adalah awal dari kesulitan hidup yang disebabkan tidak melakukan aborsi. Wanita harus memilih antara tetap memelihara anaknya atau diserahkan untuk diadopsi pihak lain.
    • Mempertahankan untuk memelihara anaknya, berarti tidak dapat bekerja atau melakukan tanggung jawab lainnya dalam keluarga. Menyerahkan anak untuk diadopsi berarti harus hidup dalam ketidak bahagiaan karena ia mengetahui bahwa ia mempunyai anak yang tidak dapat dirawatnya sendiri, tidak tahu dimana anaknya berada, bahkan tidak tahu apakah anaknya masih hidup dan dalam keadaan baik. Studi terhadap wanita yang dipisahkan dari anaknya karena diadopsi, perpisahan tersebut merupakan derita yang besar dan abadi bagi mereka.

    PERTANYAAN TENTANG STATUS MORAL DARI JANIN

    Kapan dalam perkembangannya individu mulai mempunyai hak yang penuh dan sejajar untuk hidup? Ketika manusia lahir atau sejak terbentukanya janin?

    ETIKA KEHORMATAN UNTUK HIDUP

    Albert Schweitzer beragumentasi tentang etika kehormatan untuk hidup bagi setiap mahluk hidup. Menurutnya, setiap organisme, mulai dari microbes sampai manusia mempunyai hak untuk hidup. Kehormatan untuk hidup menyarankan mahluk hidup sederajat, lebih baik menghindari membunuh mahluk hidup. Tapi Schwieitzer sadar bahwa tidak setiap pembunuhan dapat dihindari. Pandangannya adalah seseorang tidak boleh membunuh tanpa alasan yang tepat, dan yang pasti juga tidak untuk olah raga, maupun kesenangan. Jadi bila diikuti dari etika kehormatan untuk hidup, aborsi secara moral adalah salah. Janin adalah mahluk hidup. Tetapi, walau bagaimanapun, pendukung aborsi membela diri sebagai “pembunuhan dibawah paksaan dari keperluan”.
    GENETIC HUMANITY (GEN MANUSIA)

    Penentang aborsi akan membalas bahwa aborsi adalah salah, tidak hanya karena fetus manusia itu hidup, tetapi karena mereka adalah manusia. Argumentasi yang muncul adalah “kenapa kita harus percaya bahwa penghancuran pada organisme manusia hidup adalah salah secara moral dibandingkan penghancuran organisme beberapa mahluk hidup lainnya?

    THE SENTIENCE CRITERION (STANDAR INDRA)

    Beberapa filsuf berpendapat bahwa indra adalah standar utama dari status moral. Indra adalah kapasitas untuk mendapatkan pengalaman, mis: penglihatan, pendengaran, perabaan atau beberapa pengalaman yang dapat dipersepsikan. Bagaimanapun, kapasitas untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan menyakitkan tampaknya terutama sekali berkaitan dengan status moral. Merupakan dalil yang masuk diakal dari etika utilitarian bahwa kesenagan adalah intrinsic baik dan kesakitan adalah intrinsic buruk. Benar, kapasitas merasakan sakit sering hanya terdapat pada organisme, memungkinkannya menghindari kecelakaan atau penghancuran.
    Jadi standar menurut indra ini berpendapat secara moral salah untuk membunuh organisme yang memiliki indra. Kematian indra, walaupun tidak sakit, mencabut atau menghilangkan pengalaman kesenangan yang mungkin dinikmati di masa yang akan datang. (Etika Utilitarian).

    PERSONHOOD AND MORAL RIGHTS

    Personhood: setelah melewati masa kecil atau mas pertumbuhan, manusia secara tipical memiliki tidak hanya kapasitas indra, tetapi juga kapasitas mental yang lebih tinggi, seperti kesadaran diri dan rasionalitas. Mereka juga mahluk sosial yang tinggi, memiliki kemampuan (kecuali untuk kasus-kasus patologi) untuk mencintai, memelihara, bekerja sama dan memiliki tanggung jawab moral (termasuk kapasitas untuk menuntun tingkah laku mereka melalui prinsip-prinsip moral). Mungkin kapasitas mental dan sosial ini dapat menyediakan alasan-alasan mengapa manusia lebih kuat memiliki hak-hak untuk hidup dibandingkan mahluk-mahluk yang memiliki indra lainnya.
    Moral Rights: hak-hak moral adalah cara bagaimana manusia harus bersikap. Jelas bahwa hanya manusia yang mengerti ide dari hak moral, tidak membuat manusia lebih baik dari mahluk yang memiliki indra lainnya. Bagaimanapun, hak itu memberikan manusia alasan-alasan yang memaksa untuk memperlakuakn satu sama lain secara setara dalam moral, dimana hak-hak dasar tidak dikesampingkan untuk alasan-alasan yang bermanfaat secara sempit.
    Bila kapasitas untuk timbal balik moral merupakan hal yang perlu untuk kemanusiaan, dan bila kemanusiaan adalah standar untuk kesamaan moral, maka janin manusia tidak memenuhi kriteria tersebut. Janin yang memiliki indra lebih mendekati manusia dibantingkan janin yang baru terbentuk, dan lebih berhak atas status moral. Tetapi mereka belum dapat bernalar, belum memiliki kesadaran diri, tidak dapat mencintai, memelihara dan mempunyai timbal balik moral. Fakta ini memberi dukungan pada pandangan bahwa bahkan aborsi yang terlibatpun tidak sama dengan pembunuhan. Untuk dasar ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mengaborsi janin yang memiliki indra kadang-kadang dapat dibenarkan, untuk alasan tidak dapat dibenarkan membunuh manusia.
    Contoh: Aborsi yang telat kadang-kadang dibenarkan karena janin didapatkan abnormal, atau karana kelanjutan kehamilan mengancam kesehatan wanita, atau menciptakan kesulitan-kesulitan pribadi yang lainnya.

    MENGAPA KELAHIRAN BERPENGARUH SECARA MORAL

    Banyak hal dimana hak-hak moral dari perbedaan individu manusia yang menimbulkan konflik. Beberapa konflik tidak dapat secara hukum hanya diselesaikan dengan menyangkal persamaan status moral pada satu bagian. Kehamilan adalah masalah khusus. Keunikan hubungan biologis antara wanita dan janin, perpanjangan persamaan moral dan status legal janin, menimbulkan konsekuensi tidak menyenangkan untuk hak-hak dasar wanita. Satu konsekuensi adalah bahwa aborsi “atas permintaan” akan tidak diizinkan. Bila indra merupakan standar, maka aborsi hanya mungkin diizinkan pada trisemester pertama. Beberapa berpendapat bahwa ini adalah kompromi yang beralasan, mengingat hal ini memungkinkan banyak wanita cukup waktu untuk menemukan bahwa mereka sedang hamil, dan memutuskan apakah akan melakuka aborsi atau tidak. Tetapi persoalan-persoalan yang juga melibatkan janin abnormal, kesehatan wanita, masalah ekonomi dan persoalan dirinya, kadang-kadang muncul hanya di saat-saat tingkat terakhir. Bila janin saat itu telah dianggap mempunyai hak-hak moral yang sama seperti manusia yang telah lahir, maka wanita sering dipaksa untuk tetap hamil dengan resiko tinggi pada kehidupan, kesehatan, dan masalah pribadinya. Jadi kepanjangan pada hak-hak moral dasar yang penuh dan sejajar pada janin mengancam hak-hak dasar wanita.

    POTENTIALPERSONHOOD

    Beberapa filsuf berpendapat bahwa walaupun janin bukanlah manusia, potensi mereka untuk jadi manusia memberikan mereka hak-hak moral dasar yang sama. Argumentasi ini penentangnya dianggap tidak masuk akal.
    Contoh: Setiap anak yang dilahirkan di Amerika Serikat mempunyai hak pilih, tetapi tidak untuk anak dibawah usia 18 tahun. Bila janin adalah manusia yang potensial, maka begitu juga ovum-ovum yang belum dibuahi. Juga sperma-sperma berhak mempunyai status moral yang penuh dan sejajar.

    SIMPULAN

    Pendekatan aborsi sering hanya sebagai masalah hak-hak janin, hak-hak wanita, penyangkalan pada aborsi yang legal dan aman, melanggar hak-hak wanita untuk hidup, kebebasan dan integritas fisik dan apakah janin mempunyai hak yang sama untuk hidup sebagai manusia. Aborsi tetap akan menjadi peristiwa yang tragis, dan sulit untuk dibenarkan kecuali pada kasus yang sangat ekstrim. Bahkan mereka yang berargumentasi pada hak-hak wanita, harus lebih memikirkan status moral dari janin.
    Bahkan etika kehormatan untuk hidup tidak dapat menjawab secara tuntas bagaimana menghadapi setiap pembunuhan yang disengaja. Setiap pembunuhan membutuhkan pembenaran. Itu sebabnya kadang-kadang agak sulit membenarkan kesengajaan penghancuran mahluk yang telah mempunyai indra dibandingkan mahluk hidup yang belum lagi mempunyai pengalaman indra. Tetapi mahluk yang telah mempunyai indra, tidak semuanya mempunyai hak-hak yang sejajar. Kepanjangan dari status moral janin yang sejajar, mengancam terutama hak dasar wanita. Tidak seperti janin, wanita sudah merupakan manusia. Mereka tidak boleh diperlakukan kurang dari haknya ketika mereka hamil.

    Balas

  13. @karn singh
    Sebuah penulisan yang bagus, adalah lebih bagus kalau saya bisa menjadikan komentar ini menjadi sebuah item posting baru agar yang lain bisa memberikan tanggapan juga.

    Namun bagi saya sendiri, manusia adalah manusia walaupun dia masih belum memiliki indera yang sempurna. Adalah sebuah kesimpulan yang terlalu dipaksakan apabila kita menganggap hak janin tidak sejajar dengan hak wanita yang mengandungnya, karena janin adalah sebuah bentuk kehidupan yang juga memiliki hak untuk hidup dan dihidupi. Karena dari semua ciptaan dalam kehidupan ini, pastilah telah memiliki masing-masing peruntukan dalam pola ketidak-aturan dunia.

    Tentu saja saya tidak bisa menyalahkan sebuah aborsi yang memang telah dianggap tidak mungkin untuk diteruskan, mis: karena sakit penyakit dan kemungkinan untuk membahayakan ibu.

    Namun yang tidak bisa dipungkiri juga, bahwa kemungkinan untuk seorang Ibu mensyukuri kelahiran sang bayi yang pertama kali tidak diinginkannya itu lebih besar daripada penyesalan saat sang Ibu telah menjalani aborsi.
    Namun seperti yang saya tulis diatas, “Saya tidak memberi penilaian tentang Anda atas pertanyaan tersebut”; jadi maksud saya, adalah hak Anda untuk melakukannya atau tidak, atau memiliki berbagai pandangan yang berbeda, karena itulah kita disebut manusia dan bukan yang lain. Karena TUHAN pun telah memberikan kebebasan untuk umatNya dalam memilih segala pilihan yang ada di dunia. Hanya jangan dilupakan hukum sebab-dan-akibat yang akan saling mempengaruhi satu sama lain.

    Thanks Singh, benar-benar tulisan yang menarik untuk dijadikan wacana buat siapa saja.

    Balas

  14. kalo menurut saya…aborsi itu sah2 saja…..itu hak semua orang untuk menentukan…………buat apa si bayi dilahirkan jika kelak akan menghuni lampu merah, kolong2 jembatan deelel….

    bisaku:
    “Sebuah pendapat dari orang yang patah semangat dan ~maaf~ berpikiran kecil … ada 1001 kemungkinan di dunia ini, selama masih bisa berupaya? Lebih baik diupayakan daripada di hancurkan lebih dahulu sebelum tahu jadi apa nanti masa depannya …

    Siapa yang bisa menentukan bahwa sebuah telur akan menghasilkan bibit anak ayam yang baik apa gak?
    Mudah saja kalau Anda peternak ayam yang berpengalaman … Tapi apakah Anda TUHAN???????”

    Balas

  15. Posted by akira higashiyama (wira wijaya) ^_^ on September 9, 2008 at 12:57 pm

    aborsi ?????
    eh qt udah masuk ke zaman jahilliyah lage neh???!!!!

    bisaku:
    “di dunia memang gak ada yang tidak mungkin …”

    Balas

  16. Posted by Aling on September 16, 2008 at 8:21 am

    Aduh…ngeri ya..coba kita bayangkan,seorang nyawa bayi kita bunuh,atau kita cekik,amit2 aku mebayangkannya aza sudah ketakutan.

    Kejadian ini,ngak ada bedanya dengan aborsi.Apapun ada jalan,kalau memang sebuah kesalahan oleh orang tua(misalnya karena belum menikah lalu laki2 tak mau bertanggung jawab dll),lahirkan bayi,berikan pada orang lain yang mengginginkan anak, setidaknya kita tidak jadi pembunuh.

    Seorang bayi ngak punya kesalahan,dia suci dan bersih.

    Manusia lebih kejam dari singa atau harimau.Binatang aza yang galak minta ampun ngak mau membunuh anaknya sendiri.
    Pernahkah terpikir dibenak seorang wanita,bayi dalam kandungannya beberapa tahun kemudian akan begitu lucunya,20 tahun kemudian begitu cantiknya,30 tahun kemudian mungkin aza sebagai pengusaha sukses atau orang2 hebat,50 tahun kmeudian ,dialah yang akan merawat anda saat sakit atau tua.

    Sebelum penyesalan-penyesalan dalam hidup terjadi,lupakan harga diri,atau apapun alasannya.Kesalahan telah diperbuat,sebagai manusia yang beragama atau berakhlak “Berani berbuat berani bertanggungjawab”.
    Jangan punya alasan “ah hanya segumpal darah,menggangggap bukan manusia lalu membuang atu membunuhnya dengan kejam.”

    Sorry terlalu panjang…jadi emosi kalau mikir kesadisan manusia.

    Thanks telah mapir2 kecoret-coretanku.

    bisaku:
    “Manusia memang kadang gak bisa dimengerti …”

    Balas

  17. Posted by Dwi Yanuar Nugraheddy, S.Kom on September 19, 2008 at 10:14 pm

    Hentikan dan berantas praktek2 terlarang aborsi…. selain merugikan kedua belah pihak, juga dosa dan maut dekat dengan anda. Setiap ciptaan baru dari Tuhan, termasuk juga embrio dan janin harus kita jaga kesuciannya. Bagi Pria maupun Wanita, jaga kesucian kalian…. jangan terhanyut dengan kesenangan duniawi saja…perkuat iman & kepercayaan kalian. Untuk itu aku tekankan HENTIKAN PRAKTEK2 ABORSI !!!

    bisaku:
    “Setuju …”

    Balas

  18. Posted by yessymuchtar on September 25, 2008 at 11:16 am

    blognya udah gak bisa di link saking mungkin gambarnya gak layak untuk umum

    gak ada yang bagus dari aborsi

    kalo emang gak mau hamil..banyak cara lahh..

    pengaman karet itu..suntik kb..atau pil pil apalah

    aborsi itu menyedihkan..dan memalukan..so stop doing it ..please!

    bisaku:
    “Wah linknya gak jalan ya, maaf – soalnya biar menjaga link asal aja.

    Memang yang paling penting pencegahan, tapi bukan untuk dicoba buat yang belum bisa melakukannya …”

    Balas

  19. Posted by Ayoe on Oktober 20, 2008 at 12:42 pm

    aku pernah memikirkan untuk aborsi, karena orangtua ku tidak tahu aku hamil. berkali-kali aku dan pacarku memikirkannya. tiap malam aku terbayang bahwa ada kehidupan baru di dalam rahimku yang sebentar lagi akan membesar, kemudian dia akan menendang-nendang perutku. aku baru sadar aku tidak akan sanggup membunuh janin yang hadir atas dasar cinta.
    Kini aku telah menikah dan janin yang dulu berada dalam rahimku telah tumbuh menjadi seorang bayi laki-laki yang lucu dan mengggemaskan.Aku dan pacarku yang kini menjadi suamiku pun tidak pernah menyesal atas keputusan kami untuk menikah walaupun kami masih amat muda. Aku bangga karena Tuhan telah mengirim mahluk terindah yang ku beri nama M. Oceano Banyu Biru….

    Mungkin jika aku memutuskan melakukan aborsi beberapa waktu lalu, hidupku tak kan seindah hari ini.

    bisaku:
    “Sharing yang luar biasa mba🙂 semoga banyak yang bisa terbantukan …”

    Balas

  20. Posted by Ofiq on Oktober 29, 2008 at 10:09 pm

    Thxx… gw sangat terbantu dengan ada nya ini… ini ilmu yg wajib kita punya buat kaula muda… jgn sampe salah ambil keputusan … jgn sampe menyesal kelak… pikir dua kali sebelum melakukan… segaala sesuatu pasti ada jawabnnya… coba pikirkan baek” apa yg akan kita lakukan benar or salah

    bisaku:
    “Kalau dirimu sudah merasa terbantu sobat, bantulah kini teman-teman mu, sahabatmu, keluargamu bahkan dirimu sendiri agar tidak terjerat dalam kesesatan yang sama🙂 …”

    Balas

  21. gila ya yang percaya klo aborsi itu keren….ampun deh gimana nasib nya besok coy…aq yang di mintai tolong gimana caranya terang-terangan ngelarang aborsi eh ne anak malah dengan bangganya ngomong ke semua orang klo dia habis keguguran pahalan aq tau dia dah berhasil gugurin kandungannya itu…n’ ampe sekarang aq gak mau berteman ma dia sama ja aq jijik ngeliat muka dia yang sok tanpa dosa itu….huh cuma hati dan agama yang kuat yang bisa menahan itu semua…. amin amin amin….

    Balas

  22. Posted by vegaaa on Desember 30, 2008 at 10:42 am

    aborsi????? stop dech skrang juga buat yang dah terlanjur ngelakuinnya buruan tobat dweh dgn tobat yang bener2 mdah2an ALLAH Mw ngampunin dosa yang terlanjur pernah di dilakukan…jgn mpe tar nyesel 2 X. n tetap smgat!!! lnjutin hidup yang lalu biarlah berlalu.

    Balas

  23. aq minta solusi yg tepat buat khmln istri saya.usia khmln istri saya -+2bln
    dan itu adlh anak kami yg prtma
    jd sy mohon kpd d0ktr /instansi yg terkait
    kiranya membirikn solusi bwt kami br2
    harapan saya nti di nprsalinan ny bisa selamat tanpa ada halangan suatu apapun.atas solusiny kami br2 ucapkn trima kasih n 2 mnt dri skrng kami ttg solusiny

    Balas

  24. Posted by hambaAllah on Januari 31, 2009 at 9:19 am

    @ajiriyanto

    Silahkan datangi langsung dokter bersalin yang ada di kota Anda.

    Balas

  25. Posted by Dara Rahayu on Maret 18, 2009 at 12:54 pm

    setuju dengan semua stoop dangan “ABORSI” tetapi mereka memiliki alasan tersendira mengapa mereka melakukan aborsiii!!!!!!!!!

    Balas

  26. enak bikinnya doang ya…
    tapi dosa akhirnya

    Balas

  27. Posted by tya on April 3, 2010 at 9:20 am

    aborsi
    adalah sebuah tindaka n haram dan tidak bertanggung jawab
    namuan alangkah baiknya pula sebelum kita memutuskan untuk membesarkan janin ada banyak pertimbangan yg mkn juga harus di pikirkan
    karena melahirkan seorang anak adalah suatu keputusan yang besar pula di mana kita tidak hanya bertanggung jawab untuk mengeluarkan nya dari rahim namuan ada banyak konsekuaensi psikis u yg harus dipikirkan terutama bila kita melahirkan di luar pernikahan, karena jika melahirkan diluar perkawinan akan berdampak kurang baik pula bagi perkembangan psikis anaknya kelak, karena ia mkn tdk akan dia kui ayahnya ataupun akan mendapat ejekan dari temen dan lingkungan sekitar
    belum biaya untuk mengurus seorang anak adalah tanggung jawab yang lebih besar lagi

    jadi alagkah baiknya aborsi tidak dilakukan karena adalah pembunuhan namun jikalaupun kita memutuskan untuk meneruskan kehamilan lebih baik menikah lah dan perbaiki masa depan !!!!
    karena pasti tuhan akan memberi jalan untuk rejeki sang anak!!!

    Balas

  28. Save your Soul then it will save your life and your family. Say No to Abortion ! Say No to FreeSex ! God Love And Watch into your heart.

    http://terang-jiwa.blogspot.com/2011/03/pesan-bunda-maria-tentang-aborsi.html
    http://terang-jiwa.blogspot.com/2011/03/jerit-tangis-dalam-keheningan.html

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: