Siapa yang Membayar Biaya Perawatan Bapak Suharto?!

Adalah hal yang melegakan bagi kita bahwa kesehatan Bapak Suharto semakin membaik, terlepas apakah Anda dan saya adalah orang yang tidak simpati dengan beliau atau mengidolakan beliau. Tapi dari sedemikian banyak persoalan yang masih menggelayut di kehidupan bangsa Indonesia ini dan mampu membuat perjalanan bangsa ini terseok-seok, kabar itu adalah kabar yang sangat baik.

Menyangkut kondisi yang terus membaik tersebut, ada satu hal yang menjadi pertanyaan dalam diri saya selama ini dan akhirnya terjawab tadi pagi. Sebenarnya siapa yang membayar biaya pengobatan Bapak Suharto? Sebab didalam pemikiran saya yang terbatas ini dengan melihat tim dokter yang menangani, peralatan yang luar biasa lengkapnya, ruangan VVIP yang bahkan disewa untuk para anggota keluarganya, pastilah kesemuanya itu memerlukan biaya yang besar. Saya bukannya memiliki prasangka buruk dalam hal ini, bukan pula keinginan untuk mencari celah pembuatan bukti kejahatan beliau, juga bukan pula dilandaskan dendam dan kebencian. Tapi ini merupakan pertanyaan yang lumrah bagi saya dan mungkin bagi Anda tentang siapa yang menanggung biaya pengobatan beliau selama ini.

Tadi pagi melalui berita dari Metro TV terungkap kewajiban negara berdasarkan Undang-Undang untuk menanggung biaya pengobatan dan kesejahteraan mantan kepala negara. Maka berdasarkan Undang-Undang tersebut terjawablah pertanyaan saya, bahwa yang membayar semua biaya tersebut adalah kewajiban untuk negara dan merupakan hak untuk seorang mantan kepala negara. Namun melalui sebuah wawancara dengan Menteri Sekretaris Negara Bapak Hatarajasa, terungkap bahwa selama ini pihak keluarga Bapak Suharto ternyata sama sekali belum pernah melakukan klaim biaya kepada pihaknya. Padahal pihak pemerintah sendiri apabila mendapat klaim tersebut akan segera memprosesnya sesuai Undang-Undang.

“… saya ingin menyatakan tidak ada sama sekali diskriminatif terhadap mantan Presiden maupun mantan wakil presiden – semua sama – sepanjang ada pemberitahuan melalui setneg”, demikian disampaikan oleh beliau.

Pernyataan tersebut nampaknya juga disampaikan untuk sekaligus menepis pemberitaan yang menyatakan bahwa terdapat diskriminasi perlakuan terhadap mantan Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: