Yahoo Mail, Antara Kebutuhan dan Kenyataan

Sudah berapa lama Anda menggunakan Yahoo Mail? Atau bila belum pernah tentunya jawaban ini tidak perlu dijawab :D. Tapi bagi pengguna awal internet pada waktu zaman masih baru dulu aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi paling dicari saat itu. Kalau tidak salah pada waktu tersebut ada hotmail, lovemail πŸ™‚ serta Yahoo yang sama-sama mencari makan dengan menjual space gratis untuk menerima, menyimpan serta tentunya mengirimkan aplikasi surat elektronik secara online di Internet.

Khusus untuk Yahoo Mail, perubahan tampilan, layanan dan berbagai upgrade pada aplikasi standarnya yang gratis telah menjadikan layanan ini merupakan layanan email yang paling banyak digunakan di dunia maya. Saya tidak tahu seberapa banyak, tapi keberanian Yahoo untuk membuat space emailnya menjadi tak terbatas (unlimited) merupakan sesuatu hal yang menunjukkan revenue yang didapat dari usaha mereka tersebut telah berhasil menggaet konsumen baru, dan tentu saja mempertahankan konsumen lama seperti saya ini.

Namun usaha untuk upgrade segala tetek bengek fasilitas tersebut ternyata membawa beberapa permasalahan bagi saya, karena tentu saja dengan bertambahnya fasilitas = bertambahnya waktu loading+semakin besar data yang harus dipertukarkan diantara saya dan server Yahoo. Hal ini pun membuat waktu loading menjadi relative lambat, walaupun hal tersebut terbayar dengan berbagai fasilitas luar biasa yang dimilikinya. Saya memang butuh penyempurnaan Yahoo, saya memang ingin agar semua email yang saya terima bisa langsung ditampilkan pada satu layar tanpa saya harus klik sana-sini lagi. Saya memang ingin agar saya bisa langsung chatting tanpa harus loading Yahoo Messengger lagi. Akan tetapi harga yang harus saya bayar untuk semua fasilitas baru tadi? Yah seperti yang saya bilang – loading yang lebih lambat; walau dikatakan ini hanya pada awalnya saja.
Tapi buat saya yang hanya menggunakan jasa Telkomnet Instant dengan kecepatan 40kbps bahkan kadang kurang? Ini merupakan masalah yang nyata.

Untunglah Yahoo sendiri menyediakan fasilitas untuk menggunakan yang versi klasik, walaupun sampai saat ini saya belum mendapatkan cara agar saat saya masuk ke Yahoo maka secara default saya langsung masuk ke bagian yang klasik (ada yang tahu?).

Ironis memang, tapi inilah kenyataan di negara kita tercinta ini. Entah kalau nantinya kabel serat optik yang menghubungkan Indonesia Timur bisa terwujud maka kualitas internet bisa meningkat? Tapi kalau harga internet masih saja seperti hari ini? Ah … nasibku nasibku πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: