Tentang Agama

Ahmadiyah, Eden, Saksi Yehuva dan yang lainnya adalah berbagai macam aliran kepercayaan yang berkembang di negeri ini dan mendapat tantangan luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat yang masih sangat agamis di Indonesia. Berbagai kejadian yang marak pun terjadi!

Padahal kalau dicermati bahwa proses kelahiran atau penyebaran dari aliran yang dianggap sesat tersebut apabila dicermati dengan lebih seksama, merupakan sebuah kenyataan yang memberikan kepada kita sebuah gambaran betapa manusia itu sangat merindukan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya. Kehadiran tersebut bukan lagi sebuah kehadiran yang berdasar wahyu semata serta dianggap sebagai sebuah ilusi atas kepercayaan, tapi benar-benar nyata dalam setiap tindakan si pemeluk kepercayaan tersebut serta mampu memberikan keyakinan akan nasib dari takdir kehidupan mereka pada sebuah tahapan di pra dan pasca proses kematian. Dengan kata lain, ada yang salah dan sedang terjadi pada tatanan hidup di level masyarakat kita.

Kita bisa mengambil beberapa contoh: Lia Eden yang menobatkan salah satu pengikutnya sebagai titisan dari nabi Muhammad yang tentu saja mendapati berbagai tantangan dari kaum muslimin, atau para saksi Yehuva yang mengatakan tentang ketiadaan dari neraka dalam proses kehidupan pasca kematian yang mendapat tantangan dari kaum nasrani. Semua keadaan itu bagi saya seakan menggambarkan betapa lemah dan rapuhnya hati manusia terhadap berbagai macam hantaman kehidupan. Akibatnya sebagian orang seakan berusaha untuk mencari jalan lain, mencari panutan lain, mencari sisi lain dari kehidupannya yang bisa dijadikan panutan, keyakinan dan kepastian atas ketidakpastian hidup mereka.

Hal ini ditambah lagi dengan keadaan Indonesia pasca resesi ekonomi tahun 1997 yang menghantarkan proses reformasi, dimana proses tersebut ternyata sama sekali belum menampakkan proses perbaikan yang signifikan. Bahkan beberapa komponen masyarakat mengatakan: lebih buruk dari sebelum reformasi. Hal ini akhirnya membawa para manusia yang berada dalam keadaan terpuruk tersebut merasa semakin putus asa, lalu muncullah berbagai prasangka dan sanggahan, sangkaan dan proses “pewahyuan” – dimana berbagai proses tersebut entah lahir dari murni proses keimanan seseorang atau mungkin dari motif yang lain; misalnya ekonomi.

Namun yang semakin membuat runyam adalah proses kita sendiri dalam menghadapi dan mengimani kepercayaan kita, yang sadar atau tidak dipenuhi dengan konteks pemikiran kita tentang “diri kita dan manusia” dan bukan lagi atas intisari dari apa yang kita imani tersebut, yaitu “diri kita dan TUHAN”. Kitapun seakan marah, tak terima lalu melakukan berbagai macam tindakan yang sebenarnya bertolak belakang dengan apa yang kita anut dan apa yang kita imani ! Sungguh, hal tersebut semakin menambah ketidak-berdayaan kita, semakin menunjukkan keputus-asaan kita sebagai orang yang menganggap diri kita benar dari orang lain. Suatu proses yang kontra produktif terhadap keinginan kita untuk menyadarkan orang yang kita anggap sesat tersebut!

Lalu sampai kapan proses keimanan seseorang tersebut harus dipaksa, harus diteror, harus didikte? Padahal bukankah proses pengalihan sebuah keyakinan atas sesuatu yang tak nyata dan hanya didasarkan atas keyakinan bersifat ghaib adalah proses yang memang memerlukan waktu yang lama. Tidak adakah proses lain yang lebih menggambarkan proses kedewasaan dan keyakinan kita akan suatu ajaran? Suatu proses yang menjadikan kita benar-benar seorang pengikut sejati, dan bukan seorang pengikut yang mendasarkan diri pada pemahaman hewani.

3 responses to this post.

  1. Zaman memang seperti roda pedati. Maunya enak, tahunya malah susah. Habis gimana😉

    Balas

  2. Posted by bisaku on Januari 12, 2008 at 11:26 am

    Tapi pemerintah sepertinya hanya diam tanpa suara menanggapi berbagai persoalan seperti ini, mereka seakan menyerahkan persoalan kepada pengadilan jalanan.

    Maaf, ini bukannya saya ingin membela mereka loh🙂 tapi keyakinan itu semestinya tidak boleh dicampur-adukkan dengan aturan manusia!

    Balas

  3. OMG!!!11!1!

    Lia Eden kelaut pls wkwkkw PEACE!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: