Kisruh Pak Harto

Saat tulisan ini dibuat melalui siaran di RCTI (22:00 wib) saya mengetahui bahwa keadaan Bapak mantan Presiden ke 2 indonesia, Suharto sedang dalam keadaan kritis. Ada sedikit perasaan was-was pada diri saya, sebuah perasaan yang mengatakan bahwa kemungkinan hidup mantan Bapak pembangunan Indonesia ini semakin kecil. Selain itu Juga Perasaan was-was terhadap berbagai persoalan yang terjadi pada bangsa ini sepeninggal Pak Harto nantinya, yang mungkin akan semakin tidak jelas penyelesaiannya dengan kepergiannya.
Bisa dipaparkan berbagai contoh permasalahan disini, dimana salah satu yang paling santer adalah berbagai kasus korupsi yang terjadi pada masa pemerintahan beliau serta kasus pelanggaran HAM.

Sungguh disesalkan memang, mengapa ketika terjadi beberapa pergantian Presiden sampai SBY kasus-kasus tersebut nampak tidak segera ditangani dengan cepat, Malah dalam beberapa kasus terdapat berbagai putusan yang justru semakin memperlambat proses hukum sehingga pada akhirnya membuat ketidakpastian tersebut semakin membuat keadaan runyam dan pelit. Bahkan hingga pada saat ini disaat Beliau sakit dan memasuki saat kritis.

Saya tertarik dengan pernyataan Bang Buyung tentang keharusan bagi proses peradilan Suharto dalam acara “today dialogue” di Metro TV beberapa hari yang lalu. Dia menepis pendapat Pak Muladi yang menyatakan bahwa penghentian penyidikan atas Suharto dengan keputusan dari pihak pengadilan adalah solusi untuk permasalahan ini. Karena menurut ahli hukum berambut perak ini, justru dengan penghentian proses penyidikan tersebut yang rugi sebenarnya adalah Pak Harto, karena didalam hukum kepastian yang sebenarnya hanya bisa didapatkan melalui putusan pengadilan dan bukan melalui surat perintah penghentian penyidikan yang nantinya bisa diungkit-ungkit lagi. Apabila nanti putusan sudah keluar dan Pak Harto ternyata dinyatakan bersalah, barulah kebijakan diserahkan kepada pemerintah yang akan menentukan apakah akan memberikan grasi atau tidak kepada beliau.

Namun lepas dari itu semua permasalahan Pak Harto ini diakui atau tidak merupakan permasalahan yang paling banyak menguras energi bangsa. Sebuah permasalahan yang memperlihatkan kelemahan proses peradilan di negara ini, dimana proses akan segera mentok apabila yang dihadapi merupakan salah satu bagian dari elemen kekuasaan atau politik. Padahal menurut saya masih banyak hal yang lebih penting selain kasus Suharto dan sebenarnya lebih urgent, misalnya kasus dana BI buat anggota DPR, korupsi BLBI, audit keuangan untuk MA, serta kasus Munir. Namun kesemuanya ini lagi-lagi akan dikembalikan kepada kearifan dan ketegasan serta kemauan pemerintah, dimana dalam salah satu pernyataannya jaksa agung menyatakan tidak akan menghentikan kasus yang berkaitan dengan Suharto! Jadi kita tunggu saja kelanjutannya, bagaimana penyelesaian ini dilakukan.

Ditulis melalui http://m.wordpress.com dengan 6120c dan mini opera 4.

One response to this post.

  1. […] Namun menurut saya pendekatan seperti itu justru akan memberikan contoh yang buruk bagi penegakan hukum di negeri ini, karena kepastian hukum di suatu negara hukum adalah berdasarkan keputusan pengadilan dan bukan kompromi yang lain dari luar pengadilan – apalagi dengan mencampuradukkan hukum dan kemanusiaan. Karena menurut saya hukum adalah hukum dan semuanya itu berlaku untuk siapa saja, entah itu maling ayam, pembunuh, sampai mantan kepala negara sekalipun. Hal itu saya dasarkan pula pada pernyataan ahli hukum yang kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Bapak Adnan Buyung Nasution dalam acara “Todays Dialogue” yang juga berlangsung di Metro TV – juga saya tulis disini. […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: