![]()
wajib baca sampai habis, atau kembali lagi nanti …
Hatiku, instingku, remuk redam dimakan nafsu mudaku. Bergejolak, mengalir diantara sendi tulang dan balutan otot dan nadi, membawa 100 kehancuran tentang mimpi dan harapan akan sebuah masa depan.
Ah dirimu, dengan puting susu kecilmu dan putihnya paha indahmu, serta manisnya lendir liangmu membuat aku mabuk kepayang tak tertahankan.
Hingga ku pecut dinding itu, sembari kuremas dan mencari cinta diantara jerit laknat kenikmatan!
Ah… tak ada itu … tak ada cinta terasa, tak ada rasa sayang yang tulus, selain rasa nikmat diantara lendir cintaku, cinta dunia yang tak berbatas moral.
Bertanya aku dan teriak, sampai mana lagi aku mampu bertahan?
Apa sampai diri ini termakan hasutan kebencian tak terbayangkan?
Sumpah mati teman, Aku membenci sensasi ini, walauku tak bohong ini yang selalu kucari…
Brengsek, sungguh brengsek dari segala brengsek, bagaimana kebejatan moral itu kulakukan disaat aku baru bisa mengenali rasa suka kepada wanita. Dan kamu penggoda tak bermoralku, setan tua pemakan kemudaanku dan penghancur jiwa masa mudaku yang tulus, sampai kapan kau terus menghantui tidurku yang tidak pernah lelap ini?!
Apa sampai aku bisa menyerah dengan diri sendiri lalu mampu memaafkan diriku ini dan kemudian berserah kepadaNYA memohon ampun?
Karena sumpah mati, dosa ini serasa tidak pernah bisa aku pinggirkan dari kehidupanku sebagai seorang lelaki; dan sungguh, bagiku ini adalah cikal bakal kebrengsekanku, cikal bakal kebrengsekan Jiwa para lelaki, tentang betapa aku tergoda untuk menyentuh buah terlarang bernama nafsu hewani.
.
.
Diceritakan seorang teman yang mengalami penganiayaan seksual dari tetangganya di saat dia kecil.

Berlangganan Blog








Posted by yessymuchtar on Oktober 22, 2008 at 10:56 am
gak bisa komentar..
Dalem banget…..
Jahat bangett yang melakukannya!!!
bisaku:
“Hidup memang tidak pernah diperkirakan …
Jadi, yang harus dilakukan sebenarnya adalah untuk hidup dengan masa masa kini dan masa depan …”
Posted by agiek on Oktober 22, 2008 at 11:32 am
mirissss
*sighs*
bisaku:
“Demikianlah …”
Posted by KruciaL on Oktober 22, 2008 at 12:10 pm
hadoh kok samp gitu…
kasian lho…. itu pasti om2 yang jahat yah?
bisaku:
“Seperti itulah dunia sekarang …
Bukan om-om …”
Posted by Odie on Oktober 22, 2008 at 12:44 pm
ya, bentuk kerusakan chipset pengontrol…
gak ada filter, gak ada akal sehat, ibaratnya udah diserang virus jahat…
“diinstal ulang ajah, hehehehe…
bisaku:
“Gimana kalo yang rusak adalah chip biosnya, gak ada kata lain, upgrade!”
Posted by cyberkidal on Oktober 22, 2008 at 3:14 pm
bro, koq aq malah nangkapnya.. yg menjadi korban adalah seorang lelaki kecil yang menjadi bulan2an tante gitu? iya ga sih?
Rgrds,
-Ad0n-
bisaku:
“Speechless, tapi begitulah adanya …
Tapi gak mesti tante juga …”
Posted by mriza on Oktober 22, 2008 at 4:59 pm
Huh…
Untung aja aku gak pernah mau di ajak pacaran dengan laki-laki…
* ngacir… *
bisaku:
“Pandangan yang unik …”
Posted by shierlynikodemus on Oktober 22, 2008 at 5:38 pm
Maap numpang liwat….
ada baiknya temen km tuh dibawa ke psikolog, mungkin ada terapi2 yang bisa bermanfaat buat dia. Dunia ini memang kejam, masa lalu ga bisa dirubah….tapi masa depan masih di hadapan…
…
bisaku:
“gpp, sering-sering aja lewatnya ya
Benar itu, sekarang kita berjalan dengan masa sekarang dan masa yang akan datang.”
Posted by Sawali Tuhusetya on Oktober 22, 2008 at 7:26 pm
sungguh mengharukan sekaligus mengenaskan. kenapa selalu saja ada kekerasan seksual yang menimpa pada anak2. luka yang ditumbulkan akibat kekerasan semacam itu benar2 memberikan bekas seumur hidup. semoga saja tak kan terulang lagi.
bisaku:
“Bukan itu saja, masih untung ada keinginan untuk berbagi. Kalau menurut saya, ini hanyalah sebuah fanomena gunung es, dimana kaum anak-anak dan remaja serta usia pra dewasa sekarang sangat rentan terhadap berbagai kasus pelecehan seksual.
Dan kita sebagai guru, nampaknya harus semakin variatif dan kreatif dalam memberikan pelajaran tentang sex dan nilai-nilai kekeluargaan bagi anak-anak didik kita.”
Posted by Elys Welt on Oktober 23, 2008 at 3:21 am
ngeri bacanya mas
bisaku:
“Begitulah El kenyataan dunia. Kapan di Indonesia hal-hal seperti ini bisa lebih di perhatikan lagi, tidak hanya sekedar permainan politik dan koruptor…”
Posted by yulism on Oktober 23, 2008 at 9:05 am
Jadi teringat cerita teman yang memiliki kisah sama seperti itu. Tapi terbalik dia seorang lelaki balita dan pelakunya adalah tantenya sendiri. Huh… Tak tega aku jika melihat traumanya, Padahal wajah ganteng, pekerjaan mapan tetapi selalu takut dengan masalah intim karena trauma kecil. Semoga mereka para korban bisa sembuh dari trauma yang menyiksa itu. thanks
bisaku:
“Enggak terbalik kok Bu, ini hampir sama dengan cerita Ibu malah …
Saya belum pernah tahu, apakah di Indonesia sendiri sudah didirikan pusat rehabilitasi trauma terhadap trauma masa kecil yang seperti ini? Karena semakin hari semakin banyak saja korban berjatuhan. Ini seharusnya sungguh mengkuatirkan kita. Tapi yang saya tahu, ini baru sebatas pembicaraan di tingkatan petinggi saja.”
Posted by BUNYU ONLINE on Oktober 23, 2008 at 9:32 am
Dalam proses pencarian, terkadang kita menjumpai bagian-bagian yg sangat ingin kita hindari. Tapi mengapa kita terpaksa berada di tempat itu? Apa sang takdir memang sudah memilihkan jalan itu untuk kita lalui?
bisaku:
“Semua pilihan sudah disiapkan oleh Yang Maha Kuasa. Tapi manusia masih bisa menentukan pilihan yang lain. Tentang apa yang akan terjadi kemudian, kita tetaplah harus berjalan di masa kini dan di depan dan terimalah apa yang terjadi di masa lalu sebagai sebuah pelajaran.”
Posted by nh18 on Oktober 23, 2008 at 2:13 pm
Hmmm …
merinding juga saya membacanya pak …
cuma bisa berharap …
semoga semuanya bisa berjalan ke arah yang lebih baik …
Salam saya …
the trainer
bisaku:
“Masih banyak sebenarnya yang terjadi di masyarakat. Hal ini memang sering disimpan dalam hati, atau dijadikan sebagai sebuah aib. Padahal untuk menyembuhkannya, si korban harus mampu untuk menerima hal tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah mimpi terburuk yang harus segera di lupakan.”
Posted by kweklina on Oktober 23, 2008 at 7:09 pm
pernahkah orang yang berbuat itu memikirkan..jika dia sebagai korban…uh sangat menyedihkan..
Kadang malah dilakukan oleh orang-orang dekatnya…tapi si korban hanya bisa diam karena takut..malu atau ngak tahu mesti bagimana…sehingga terulang- dan terulang…trauma makin dalam…
Ya..butuh kepedulian..mudah-mudahan terapi mampu membantu…
ya Tuhan…kirimkan keadilanMu buat pelaku-pelaku ini!
Itu pasti.
bisaku:
“Selalu ada keadilan
Terapis sendiripun tidak akan bisa melakukan proses penyembuhan dalam kasus seperti ini, menurut saya. Selama si korban tidak bisa memaafkan diri sendiri…”
Posted by tren di bandung on Oktober 23, 2008 at 8:45 pm
maka saya ngga seneng laki2 sedikitpun. wong saya laki2 dan berjakun. urusan antar lawan jenis emang mesti berpikir santun.
tapi saya ada artikel yang membangun. silakan kunjungi dan kasih komentar yang membuat saya tertegun
http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/
… dalam hidup ini harus selallu ada kesopanan … *halah*
bisaku:
“Benar itu
Saya akan kunjungi …”
Posted by mercuryfalling on Oktober 24, 2008 at 6:42 am
teman2x bule aku sering di anu sama pengasuhnya saat umur 7 th. tapi kok gak ada yg trauma ya…dasar bule, malah kesenangan kali ya ?!
…
… tapi kalau ditanya dalam hatinya, pasti dia ada merasakan sakit …”
bisaku:
“Dasar
mungkin terpengaruh kebiasaan dan lingkungan disana atuh jeng
Posted by yessymuchtar on Oktober 24, 2008 at 11:00 am
baru pergi dari rumahku??
cepet cepet balik lagi donn..ada namamu
“
bisaku:
“Ia, ini mo balik lagi kesitu
Posted by duniafannie on Oktober 26, 2008 at 6:36 am
fiyuhhh…
>menghela napas panjang<
ngeri deh, bang.
semoga gak terulang.
bisaku:
“Itulah hidup … Jangan menoleh lagi ke belakang …”
Posted by Icha on Oktober 26, 2008 at 2:47 pm
temannya trauma ga mas (mudah-mudahan nggak), kadang korban akan merasa takut sampai terbawa dalam keseharian, seperti paranoid gitu…
bisaku:
“Pe sekarang memang masih dalam proses. Moga aja gak kebawa sampe dia berumahtangga nanti.”
Posted by Dian on Oktober 27, 2008 at 6:50 pm
Kalo udah gitu nyembuhinnya gimana ya? soalnya kan bisa jadi pas dia dewasa pengen ngelakuin hal yang sama ke bocah lain. seperti gini ” ah, dulu juga saya diginiin..”
bisaku:
“Di bawa ke psikiater, itu jalan pertama. Tapi kalau orangnya gak mau, kita cuma bisa mengharapkan dia cepat menemukan jalannya sendiri ….”
Posted by cahaya on November 1, 2008 at 1:57 pm
spechless…ngeri ya pak?
“
Dunia saat ini kejam ya pak….
*maksudnya orang2nya*
Mari semakin mendekatkan diri pada Tuhan
bisaku:
“Tuhan adalah jalan atu-atunya
Posted by Ayam Cinta on November 6, 2008 at 7:25 pm
Hmmmm….. Komentar apa ya?
“
Loading…… mungkin, dengan bikin temennya ga ngerasa sendiri bakal bantu juga.
bisaku:
“memang mesti seperti itu