Ada pengalaman menarik buat saya disaat baru saja bekerja di kantor yang sekarang ini. Pada saat saya memutuskan untuk masuk ke toilet dan dilanjutkan dengan prosesi keramat untuk menjalankan kewajiban saya tersebut; sekonyong-konyong di saat yang kritis tersebut saya temui salah satu benda yang sejak dulu membuat saya sering; kalau kata anak muda jaman sekarang, “ill fill”.
Benda itu adalah toilet duduk!.
Kalau Anda pikir saya ini sedemikian ndeso nya (kata orang jawa)? Tidak juga, karena di tempat saya bekerja sebelumnya saya sering ~tapi tidak pernah menyukainya~ menggunakan ini. Alasan yang membuat saya merasakan tidak nyaman adalah kenyataan bahwa saya selama ini telah biasa untuk menggunakan toilet konvensional yang digunakan sembari berjongkok. Lalu kalau saya pikir-pikir, kenapa ya kok orang-orang sering bergaya menggunakan toilet duduk? Padahal orang yang menggunakan ini kebanyakan berlatar belakang menggunakan toilet konvensional pinggir sungai (maaf buat yang tersinggung).
Selain itu kalau memang menggunakan toilet duduk, ya seharusnya fasilitas yang tersedia juga diperuntukkan untuk penggunaan toilet duduk secara baik dan benar. Maksudnya, kalau pada tempat tersebut menggunakan toilet duduk, jangan lagi disediakan cebok manual! Kaco banget kan, disaat kita sudah mo bersihin diri, masa kita mesti mengambil sikap jongkok lagi diatas tempat dudukan toilet. Ini benar-benar perasaan yang tidak lucu! Bayangkan kalau toilet duduk itu roboh karena tidak kuat untuk menahan berat tubuh kita … Hancur 7 turunan deh
Tapi inilah yang dinamakan sebuah ketidakberdayaan budaya, paling tidak bagi saya. Ini adalah gambaran bagaimana kita selalu dipaksakan untuk menggunakan sesuatu yang kadang kala tidak sesuai dengan peruntukan dan kebiasaan. Memang, kebiasaan yang tidak baik harus ditinggalkan. Tapi, apakah ini termasuk kebiasaan saya menggunakan toilet pavorit saya, toilet jongkok?! Padahal ada pepatah: “sorga dan neraka bisa Anda temukan di toilet“.
NB: ini merujuk kejadian lumrah dalam hidup Anda. Sorga saat Anda benar-benar kebelet dan menemukan tempat untuk buang hajat
, neraka kalau sebaliknya

Berlangganan Blog








Posted by kweklina on September 12, 2008 at 11:19 am
Ha..ha..ha…
Toilet duduk kayaknya lebih cocok digunakan orang diluar negeri.Karena kebanayakan org diluar negara indo tidak mengunakan cebokan atau air tapi menggunakan tisu untuk membersihakan diri.
Toilet duduk menurutku ,juga kurang bersih,ngak tahu pengguna sebelumnya ada penyakit kulit atau apa,kalau disini ada disediakan kayak kertas supaya pengguna bs menaruhnya diatas toilet tempat duduk klau diindo sy ngak tahu juga hehehehe toilet jongkok ya saya rasa lebih baik.
Kalau digunkan diindo,yang mungkin ikut trend aza.
Tapi lucu juga sih..
Thanks atas kunjungannnya dicorat-coretku.

“
bisaku:
“Trends yang mencelakakan
Cerpenx bagus sih, makanya sering datang
Posted by motosuki on September 12, 2008 at 6:44 pm
sebenarnya ada juga toilet duduk yang bisa menyemprotkan air kebagian yang kotor tanpa kita bergerak dari duduk kita. cuma kayaknya toilet kayak gini agak mahal, jadi dipake solusi lain dengan menggunakan semprotan atau dengan ember centong, atau malah hanya pake tissue toilet
bisaku:
“Saya punya pengalaman buruk dengan semburan itu, karena kepingin buat gelontor air untuk nyiram bekas pup, malah keklik untuk keluarin semprotan … jadinya malah kesemprot deh, mana airnya langsung deras lagi …”
Posted by mercuryfalling on September 13, 2008 at 11:14 am
hwhahhhahaaaaaaaaaa
toilet duduk buat orang tua kayak aku ini. kalo pake yg jongkok, sakit dengkulnya kekkekkek kalo di mall2x di batam sih udah byk yg pake shower buat cebok yg diletakkan disamping toiletnya. ada juga yg pake bidet (sorry,gak tau bhs indonya).
menurut aku bukan trend-lah. cuma belom terbiasa aja. masak sambil duduk gak bisa menggapai air di ember ?
“
bisaku:
“Masalahnya perasaan aneh itu … jongkok di atas toilet duduk
Posted by ari8 on September 13, 2008 at 12:04 pm
Salam kenal mas
Kalo lagi kebelet aku gak peduli mau toilet jongkok, duduk atau lari-lari
bisaku:
“Salam kenal juga …
Parah banget klo gitu dirimu hahahaha …..”
Posted by Rindu on September 15, 2008 at 2:07 pm
Jujur, saya tidak berani pake toilet jongkok …. karena saya malu melihat ke bawah sana … kalo duduk kan rapi, inilah toilet saya

bisaku:
“Melihat punya sendiri kok ndak berani
Kaya teman saya, ‘Saya takut tersesat di hutan saya sendiri …’ “
Posted by sitijenang on September 15, 2008 at 9:09 pm
sebab kalo dibuat tiduran boros tempat. *halah gak nyambung*
bisaku:
“Di Lempar sandal hahaha,,,”
Posted by mercuryfalling on September 17, 2008 at 7:41 am
lha, kamu jongkok toh diatas toilet duduk ? wekekkkekke eh tapi memang lebih ‘kebuka’ kok
ngacir ah
“
bisaku:
“Sialan … ada2 aja … wakakaka,,, ssst jeng, itu buat yang cw, kalo co masa lebih kebuka ha,,
Lagian mesti gitu wong gak ada semprotannya … ya mesti gimana lagi
Posted by Odie on September 17, 2008 at 1:47 pm
thn 60an, toilet jongkok
“
thn80an, toilet duduk,
thn 2000an, toilet baring,
ato bisa juga toilet berdiri,,
wakakaka
bisaku:
“Hush .. makin parah aja
Posted by anggavantyo on September 18, 2008 at 3:43 pm
yang pewe mah tetep, JONGKOK..
“
hahahahahaha..
bisaku:
“Hidup jongkoker
Posted by duniafannie on September 19, 2008 at 2:16 pm
Iyah…
“
saya jugak ndak sreg kalo pakek toilet duduk…
Tapi enak juga duduk, setelah lama jongkok. Kalo lama2 jongkok kan pegel juga. Hwahahaha ^LOL
bisaku:
“Bisa dibikin yang hibrid ndak ya
Posted by azka on Oktober 21, 2008 at 9:52 am
Mas … mas … kesihan banget sih! Hati2 aja lagi jongkok di toilet duduk ambrol deh …eh pas dudukpun ketularan penyakit! He … he … lam kenal ya …
bisaku:
“Memang gitu kenyataannya
Salam kenal juga, eh blognya mana
“