Terlebih dahulu saya mohon maaf apabila ada gambar yang tidak berkanan, ini semua demi penggambaran bahaya yang benar-benar nyata bagi keluarga Anda.
Saya seorang penggemar berat komik mangga Jepang dan komik-komik lainnya. Bila mau dibilang maniak juga bisa; kalau ukuran kemaniakan Anda adalah mencari lima komik baru hampir tiap 3 hari sekali bahkan lebih sering dari itu.
Nah, selaku seorang penggemar berat komik yang bertanggung jawab terhadap perkembangan komik dan pengaruhnya kepada perkembangan keluarga maka saya ingin menyatakan kepada Anda mulai sekarang agar lebih berhati-berhati di dalam memilih komik bagi anggota keluarga Anda yang belum dewasa atau masih anak-anak, karena sejatinya tidak semua komik itu diperuntukan bagi usia mereka.
Di negara yang industri komiknya melaju pesat seperti Jepang terdapat berbagai versi komik yang dihasilkan setiap bulannya, dimana masing-masing komik memiliki pangsa pasarnya masing-masing berdasarkan gender dan usia. Komik pada dasarnya memang diperuntukan bagi semua umur seperti komik Doraemon dan Ninja Ramtaro. Namun jangan salah, seperti halnya film yang ada di bioskop, pada perkembangannya bermunculan pula komik yang dibuat dengan cerita yang lebih berat serta gambar yang lebih mature dan/atau menunjukkan sisi sadisme yang lebih kentara semisal Vagabond, Aegis In The Dark, Working Man serta City Hunter
, yang memang diperuntukan bagi pembaca dewasa.
Akan tetapi yang membuat saya was-was adalah perkembangan distribusi komik akhir-akhir ini, khususnya bagi komik yang menurut saya masuk area abu-abu. Area ini adalah area yang tidak jelas peruntukan pembuatan komiknya apabila kita hanya sepintas melihat dari gambarnya, dan hanya bisa diketahui apabila kita ikut membaca dan menganalisa isinya. Contoh yang paling nyata adalah komik Sinchan. Memang gambarnya terkesan lucu dan childish dengan alur yang sederhana dan begitu ceria khas anak-anak. Tapi apabila kita perhatikan lebih lanjut, inti dan topik cerita yang disampaikan serta humor komik ini sebenarnya bukan untuk anak-anak, tapi lebih cocok untuk usia remaja bahkan dewasa.
Oleh karena itu memang sewajarnya pada saat sekarang ini pihak yang berwenang memikirkan cara agar distribusi komik bisa diatur dan sudah merupakan sebuah kewajiban bagi penerbit komik untuk memberi label usia pembaca seperti yang dilakukan oleh industri perfilman selama ini. Karena disadari atau tidak, anak-anak adalah pihak yang paling mudah untuk meniru termasuk dari bacaan – apalagi hal tersebut dilakukannya dengan serius seperti disaat dia membaca sebuah komik.
Gambar difoto dari komik Love & College.

Berlangganan Blog








Posted by maxbreaker on Januari 19, 2008 at 5:51 pm
PERTAMAXXX!!!
Posted by maxbreaker on Januari 19, 2008 at 5:53 pm
Wodouw… gambarnya menantang bangedh tuch…
tu lo ga salah namanya komik hentai ya bro?
tapi jujur saya suka kok baca komik nyang kayak gitu…
kali ja dosanya lebih kecil daripada lihat yang asli manusia
bisaku:

“
“Itu bukan hentai bro, tapi setengah hentai
Komik resmi pula, banyak ditemuin di toko-toko buku biasa – parahnya lagi adek saya aja pernah ngelihat neh komik
Dosanya sama geto
Posted by maxbreaker on Januari 19, 2008 at 5:54 pm
skalian hetrrix ach…
Posted by Ram-Ram Muhammad on Januari 19, 2008 at 6:15 pm
Wah, sepakat dengan idenya. Kalau tidak salah sebenarnya sudah undang-undang yang mengatur masalah ini. Mungkin perlu presure untuk pemerintah agar lebih memperhatikan komik-komik hentai seperti ini, karena sekalipun gambar tapi porno ya tetap porno.
bisaku:
“
“Setuju…, tapi jangan sampe dilarang – cuma peredarannya saja yang dibatasi dan diperketat.
Tapi memang susah untuk membatasinya, soalnya persepsi orang Indonesia komik yah komik!!!
Padahal ada peruntukannya masing-masing seperti halnya film. INI yang harus diatur gimana baiknya
Posted by goop on Januari 21, 2008 at 9:02 am
Setuju… keknya emang butuh pengaturan….
*
tapi saya yang sudah 17 tahun kesamping, suka juga sih, yang macam begitu
*
bisaku:
“
“hati-hati kena jewer mama
Posted by ardie on Januari 27, 2008 at 8:12 pm
mo dong hentainya
bisaku:
“Ini bukan komik hentai sebenarnya pak, tapi komik dewasa
Coba aja lihat di toko buku sekarang, biasanya ada cap dengan logo dewasa disitu …”
Posted by Ironi Penjual dan Persewaan Komik! « Karena Aku Bisa on Januari 29, 2008 at 2:32 pm
[...] Bentuk Segera Komisi Pengawasan Komik [...]
Posted by shoufi on Agustus 22, 2008 at 10:40 am
HiKz2………………..
KoMiK Yg SpRtI iTu HrZx Di MuZnaHkAn!!!!!!
KoMiK PeRcInTaaN SyEh BoLeH2 Ja!!!!!!
Tp……….Yg G’aDa GaMbaR2 iTu!!!!!
NtaR DoSax TaMbAh!!!!!!!!!!!111
jD JaNgaN Yg PoRnO2 KaLo’bS!!!
~ jangan marahin saya
“
bisaku:
“Perhatian, hal diatas adalah koment pribadi, buat pencinta komik dewasa ~ apa saya juga yah
Posted by mlongonos on September 13, 2008 at 1:13 pm
yg salah sebenarnya adalah penerbit di indoesia nih, Rating yg diberikan komik ini dewasa (dengan hurup kecil bgt di halaman cover belakang) tp dijual bebas dengan komik anak2. dan anak kecil bebas uintuk membeli komik ini, tanpa orang tuanya tau bahwa komik ini udah termasuk kategori echii.
tapi kalo dirumah gw taruh di rak buku paling atas biar ponakan2 gw baru tau komik ini kalo udah umur 20 th nanti
kalo ada temen yg tinggal di jepang, coba tanya komik ini ratingnya gmn? animenya ditayangin jam berapa? kalo di indonesia pengawasannya payah
sinchan kok ditayangin pagi hari, padahal ratingnya remaja
jujur aja ini termasuk komik favorit gw
bisaku:
“
“Kalo aku sih ku pinjam punya teman yang ku dapat dari adiknya … parah
Posted by MangaLover on Desember 25, 2008 at 11:03 am
Kagetora msk kategori abu2 gx?
soalny bnyk bngt adegan yg nampilin dada montok gt..
btw,gw lg cr parts idaman nih..
terutama parts shinkenSan tipe 200
hha
Posted by Free Software on Januari 29, 2009 at 10:43 am
wh.. gmbarnya gile…