Tarif Telekomunikasi Akan Turun?

“Saya belum bisa secara pasti mengatakan (tentang turunnya tarif telekomunikasi), tapi berkisar antara 10-30 persen,” kata Menkominfo usai pertemuan dengan jajaran Dirjen Postel dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) bersama komunitas telekomunikasi termasuk operator di kantor Indosat, Jakarta, Rabu – seperti yang saya kutip dari Antara.

Memang kabar yang menggembirakan buat saya, tapi merupakan hal yang masih menjadi tanya jawab besar. SEBERANI ITUKAH pemerintah?

Karena kalau dilihat dari biaya yang berlaku pada saat sekarang ini, bagi saya pribadi biaya tersebut sungguh mencekik – Saya adalah pengguna kartu GSM salah satu operator terbesar di negeri ini. Bayangkan, untuk satu menit saja saya harus membayar kurang lebih 1200 rupiah, bandingkan dengan CDMA yang hanya 1000 rupiah – itupun perjam. Saya memang buta tentang penggunaan penghitungan biaya pokok telekomunikasi; tapi kalau biaya ini bisa dipermurah saya yakin pengguna dan penetrasi Telekomunikasi di Indonesia akan semakin cepat dan akan berakibat pada pertumbuhan ekonomi yang mantap. Hal tersebut dimungkinkan karena didukung oleh sarana komunikasi yang murah, dimana komunikasi adalah komponen paling penting dalam kemajuan ekonomi suatu bangsa.

Satu Tanggapan to this post.

  1. Pada dasarnya perkembangan teknologi akan semakin pesat dan otomatis biaya yang dikeluarkan untuk operasional semakin berkurang, jadi biaya yang dikenakan pada user juga dapat diturunkan… :)
    Ke depan, mungkin biaya komunikasi seperti pada ponsel akan menjadi 0 (nol). Biaya yang dikeluarkan nanti adalah biaya untuk masa aktif kartunya saja…… :(
    Sama juga bayar……

    Balas

Tanggapi posting ini